Cerita Eks Pasien 01 Covid-19 Jadi Contoh Gerakan Kurva Melandai

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan melihat hasil pemeriksaan sampel milik seorang jemaah saat rapid test COVID-19 di Masjid Besar Nurul Huda, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 8 Mei 2020. Sesuai aturan dalam PSBB Sidoarjo, kegiatan salat berjemaah di masjid hanya diperbolehkan untuk salat 5 waktu dengan memperhatikan protokol kesehatan. ANTARA/Umarul Faruq

    Petugas kesehatan melihat hasil pemeriksaan sampel milik seorang jemaah saat rapid test COVID-19 di Masjid Besar Nurul Huda, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 8 Mei 2020. Sesuai aturan dalam PSBB Sidoarjo, kegiatan salat berjemaah di masjid hanya diperbolehkan untuk salat 5 waktu dengan memperhatikan protokol kesehatan. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Sita Tyasutami, pasien 01 Covid-19, menceritakan bahwa ia menjalani imbauan pemerintah setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19. “Mulai keluar rumah sakit, isolasi di rumah dua pekan,” kata Sita dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB, Sabtu, 9 Mei 2020. 

    Selain mengisolasi diri, ia juga aktif berkampanye positif di media sosialnya, dan menjalankan protokol kesehatan lainnya. Seperti menggunakan masker ketika pergi ke supermarket. 

    Sita juga menggalang dana untuk membantu tim medis dan masyarakat yang terdampak Covid-19 secara ekonomi. “Hal yang menyenangkan untuk membantu semua orang sebanyak mungkin.”

    Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan Sita merupakan gerakan bersama melandaikan kurva penyebaran Covid-19. “Semua melakukan, mendorong untuk semua berubah lebih happy.”

    Menurut Wiku, cara melawan penyakit Covid-19 hanya dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. “Insya Allah bisa memenangkan perlawanan dan membuat kurva melandai.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.