Imbas Covid-19, Angka Kemiskinan Diprediksi di Atas 10 Persen

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas di permukiman bantaran sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Rabu 15 April 2020. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap proyeksi pemerintah terhadap angka kemiskinan naik dari 9,15 persen menjadi 9,59 persen pada tahun ini akibat pandemi virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Warga beraktivitas di permukiman bantaran sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Rabu 15 April 2020. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap proyeksi pemerintah terhadap angka kemiskinan naik dari 9,15 persen menjadi 9,59 persen pada tahun ini akibat pandemi virus corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial, Juliari Batubara menyebut, angka kemiskinan dipastikan bertambah sebagai imbas Covid-19. Juliari menyebut, prediksi sejumlah lembaga survei menyatakan angka kemiskinan akan naik menjadi dua digit alias di atas 10 persen.

    "Ada bahkan yang memprediksi agak ekstrem, menjadi 12 persen. Kami belum bisa memberikan angka pasti karena ini masih berjalan. Tapi, kami antisipasi terus agar jumlahnya tidak terus meningkat," ujar Juliari dalam konferensi pers dari Kantor Presiden RI, Jumat, 8 Mei 2020.

    Sebelum Covid-19, angka kemiskinan Indonesia berada di posisi 9,4 persen.

    "Dalam kondisi seperti ini, jumlah angka kemiskinan akan naik, Covid-19 dari Maret ke Mei sudah melonjak angka kemiskinan, reverse seperti tahun 2011," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja terbuka bersama DPR RI, Rabu lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.