BIN Gelar Rapid Test di Stasiun MRT Blok M

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis melayani warga yang menjalani rapid test virus Corona di Terowongan Kendal, kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Meil 2020. BIN menyiapkan empat unit laboraturium berjalan yang mempunyai kapasitas uji 1.248 sampel per hari, yang digunakan untuk menggelar tes di daerah Jakarta dan sekitarnya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas medis melayani warga yang menjalani rapid test virus Corona di Terowongan Kendal, kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 Meil 2020. BIN menyiapkan empat unit laboraturium berjalan yang mempunyai kapasitas uji 1.248 sampel per hari, yang digunakan untuk menggelar tes di daerah Jakarta dan sekitarnya. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test atau tes cepat di Stasiun MRT Blok M, Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Mei 2020.

    Kepala Poliklinik BIN, Sri Wulandari, mengatakan tes cepat ini memang sengaja digelar di zona merah Covid-19. "Untuk mendeteksi apakah ada yang positif. Tujuannya untuk memutus rantai Covid,” kata Sri, Jumat, 8 Mei 2020.

    Dalam tes ini, BIN menyediakan 500 rapid test kit untuk masyarakat yang ada di Stasiun MRT Blok M, Jakarta Selatan.

    Sebelumnya, BIN juga telah menggelar rapid test massal bersamaan dengan peluncuran Mobile Laboratory di depan Stasiun Sudirman dan Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

    Dalam tes ini, petugas nampak mengenakan helm yang bisa mendeteksi suhu tubuh. Sri Wulandari mengatakan jika helm tersebut sangat membantu petugas dalam mengecek masyarakat yang akan mengikuti rapid test sehingga petugas tidak perlu lagi kontak fisik dengan peserta.

    Selain itu, helm thermal KC wearable ini juga tersambung ke monitor yang bisa melihat langsung suhu tubuh. Apabila suhu di atas 36 derajat, maka pada tampilan monitor tubuh orang tersebut akan terlihat sangat merah.

    "Alat ini bisa mengecek suhu hingga sepuluh meter jaraknya, jadi tidak perlu lagi memakai termometer tembak," kata Dokter Sri Wulandari.

    Dia menjelaskan, ketika suhu tubuh seseorang di atas normal, maka orang tersebut bakal menjalani tes dengan metode molekuler atau PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mengetahui positif atau tidaknya seseorang.

    "Kalau positif, akan diisolasi dan kami koordinasikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan dibawa ke Wisma Atlet," katanya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.