Said Didu Terima Panggilan Kedua Polisi, Diperiksa Senin Depan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Said Didu berpose setelah konferensi pers terkait pengunduran dirinya sebagai PNS di kantor BPPT, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman  W

    Muhammad Said Didu berpose setelah konferensi pers terkait pengunduran dirinya sebagai PNS di kantor BPPT, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu, mengatakan telah menerima surat panggilan kedua dari Kepolisian terkait dugaan pencemaran nama baik. Dalam surat itu, polisi meminta Said menghadiri pemeriksaan pada Senin, 11 Mei 2020.

    "Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, sebagai warga negara yang taat hukum, saya menyatakan bahwa saya patuh mengikuti aturan hukum," kata Said lewat akun Twitter resminya dikutip pada Jumat, 8 Mei 2020.

    Sebelumnya, Said mangkir dari pemanggilan polisi yang pertama pada 4 Mei 2020. Kuasa hukumnya, Helvis, meminta polisi mengatur ulang jadwal pemeriksaan kliennya.

    Said dan kuasa hukumnya berdalih tidak bisa menghadiri pemeriksaan karena mengikuti anjuran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). "Maklumat Kapolri, kan sedang PSBB juga," ujar Helvis saat dikonfirmasi pada Senin, 4 Mei 2020.

    Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal Polri akan memeriksa Said Didu terkait kasus pencemaran nama baik dan atau menyiarkan pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di masyarakat. Tak disebutkan detil perkaranya.

    Dalam kasus itu, Polri menggunakan Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE. Serta Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

    Surat pemanggilan ini diteken oleh Wakil Direktur Siber Komisaris Besar Golkar Pangarso pada Selasa 28 April 2020. Dalam surat ini, pelapor adalah seseorang bernama Arief Patramijaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.