JPRR Sebut Perpu Penundaan Pilkada Masih Setengah Hati

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi TPS Pilkada. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi TPS Pilkada. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Koordinator Nasional Sekretariat Nasional Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) Alwan Ola Riantoby menilai Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pilkada Serentak terkesan setengah hati. Alwan beralasan, di satu sisi Perpu tersebut menjadwalkan  pilkada pada 9 Desember mendatang, tetapi sekaligus memungkinkan penundaan kembali.

    "Selain memberikan legalitas atas pelaksanaan pilkada, Perpu ini sedang tidak memberikan kepastian karena masih mengakomodir adanya penundaan. Kehadiran Perpu setengah hati karena masih mengakomodir adanya penundaan," kata Alwan dalam diskusi virtual, Kamis, 7 Mei 2020.

    Alwan mempertanyakan sikap pemerintah yang menjadwalkan pilkada digelar 9 Desember. Dia menilai penjadwalan ini tak sejalan dengan kebijakan pembatasan-pembatasan yang dilakukan pemerintah. Di sisi lain, pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

    Alwan berujar JPPR melakukan jajak pendapat di 15 daerah yang akan menggelar pilkada serentak 2020. Menurut dia, masyarakat di 15 daerah tersebut menginginkan agar pilkada digelar pada 2021. "Memang tidak bisa digeneralisir, tapi masyarakat pemilih menginginkan pilkada di 2021 saja," kata dia.

    Jika pilkada tetap digelar 9 Desember, Alwan mengkhawatirkan partisipasi pemilih  rendah. Masyarakat, kata dia, akan berpendapat mereka hanya dimanfaatkan untuk gelaran politik lima tahunan saja. "Ketika pilkada muncul mereka didekati. Nah ada sebuah kesadaran itu sehingga partisipasi akan rendah ditambah memang concern mereka terhadap Covid-19," kata Alwan.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.