SEAPC-Net Sepakati 6 Poin untuk Penanganan Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri ke kanan, Kemal Gani (Forum Pimpinan Redaksi), Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangarepan, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, dan Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers Agus Sudibyo, saat mengumumkan persemian task force media sustainability, di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin 21 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Kiri ke kanan, Kemal Gani (Forum Pimpinan Redaksi), Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangarepan, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, dan Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers Agus Sudibyo, saat mengumumkan persemian task force media sustainability, di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin 21 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Southeast Asian Press Council Network (SEAPC-Net) sepakat bersama-sama mendukung penanganan pandemi Covid-19. Ketua SEAPC-Net Muhammad Nuh menyebut, terdapat enam kesepakatan guna mewujudkan solidaritas regional tersebut.

    Poin pertama, SEAPC-Net menghargai pemerintah Indonesia, Myanmar, Thailand, dan Timor Leste yang telah berupaya melawan wabah virus corona.

    "Kami yakin dengan kekuasaan yang dimiliki pemerintahan ini dapat melanjutkan upaya menangani Covid-19 dan mengurangi dampak potensial khususnya di bidang sosial dan ekonomi," kata Nuh dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 6 Mei 2020.

    Kedua, SEAPC-Net mengapresiasi para tenaga medis yang bertugas melayani pasien Covid-19. Ketiga, organisasi itu berterima kasih kepada semua unsur pers yang tetap meliput dan memberitakan perkembangan Covid-19.

    Dengan peran pers ini, menurut Nuh, masyarakat bisa memperoleh informasi serta membangun kesadaran untuk mencegah penyebaran disinformasi dan berita bohong.

    Keempat, mengingatkan redaksi media massa agar mematuhi prinsip dasar kode etik jurnalistik dalam memberitakan kasus Covid-19. Tak hanya itu, redaksi juga perlu menjaga protokol kesehatan serta keselamatan pekerja media.

    Kelima, SEAPC-Net mengundang semua pemangku kepentingan turut memperhatikan masyarakat yang dirumahkan akibat terkena dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah.

    "Kami yakin masyarakat harus bersatu dalam mencegah pandemic Covid-19, kalau tidak ingin situasi akan semakin memburuk," ucap Nuh.

    Keenam, SEAPC-Net mendorong penguatan komunitas pers. Menurut Nuh, di tengah pandemi ini, peran pers memberitakan informasi kepada masyarakat menjadi penting guna mempercepat pemulihan.

    Nuh menyampaikan enam kesepakatan ini diambil saat pertemuan virtual pada Rabu, 6 Mei 2020. Rapat dihadiri Ketua Dewan Pers Myanmar U Ohn Kyaing, Ketua Dewan Pers Timor Leste Virgilio da Silva Guterres, Ketua Dewan Pers Nasional Thailand Chavarong Limpattamapanee, dan Sekretaris Jenderal SEAPC-Net Asep Setiawan.

    Kemudian sejumlah Direktur SEAPC-Net juga hadir, yaitu Agus Sudibyo dari Indonesia dan Kyaw Swa Min dari Myanmar. Anggota Dewan Pers Indonesia yang mengikuti rapat antara lain Hendry Ch Bangun, Ahmad Djauhar, Arif Zulkifli, Jamalul Insan, dan Hassanein Rais.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?