Tambah Petugas Laboratorium, Pemerintah Kerja Sama dengan WHO

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. Kasus Nomor 1 suspect COVID-19 yang dalam masa observasi kondisinya juga sudah sembuh dan masih menunggu hasil uji spesimen dari laboratorium di Jakarta. ANTARA

    Seorang petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. Kasus Nomor 1 suspect COVID-19 yang dalam masa observasi kondisinya juga sudah sembuh dan masih menunggu hasil uji spesimen dari laboratorium di Jakarta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan mulai melibatkan organisasi kesehatan dunia (WHO), untuk menambah petugas laboratorium untuk memaksimalkan uji spesimen Covid-19. "Kami berkolaborasi dengan WHO untuk menyediakan pelatihan bagi personel lab, khususunya prsoedur pelatihan RT PCR," kata Wiku dalam press briefing bersama media, Rabu, 6 Mei 2020.

    Pelatihan akan dilaksakanan pada bulan ini dengan ratusan peserta. Pada akhir bulan ini, semua laboratorium bisa dipenuhi dengan relawan personel magang. “Sehingga kita bisa menjaga jumlah maskimal penelitian tes per harinya," ujar Wiku.

    Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo sebelumnya mengatakan keterlambatan uji spesimen bukan karena kekurangan alat kesehatan. Melainkan, akibat kurangnya sumber daya manusia atau SDM di laboratorium uji.

    “Sejauh ini, kendalanya adalah SDM di setiap laboratorium belum optimal. Masih terbatas personel. Kalau reagen dan alat tes sudah memadai,” ujar Doni seusai rapat terbatas dengan presiden, Senin, 4 Mei 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.