Eijkman Usulkan 3 Aspek Turunkan Covid-19 pada Mei 2020

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang KRL Commuterline saat menjalani test polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL Commuterline dengan menyiapkan 300 alat test PCR, tes secara massal tersebut dilakukan setelah tiga penumpang KRL dari bogor terdeteksi terpapar virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Penumpang KRL Commuterline saat menjalani test polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Pemkot Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL Commuterline dengan menyiapkan 300 alat test PCR, tes secara massal tersebut dilakukan setelah tiga penumpang KRL dari bogor terdeteksi terpapar virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio, mengusulkan tiga aspek yang dapat menurunkan kurva positif Covid-19 hingga bulan ini seperti perintah Presiden Jokowi.

    Tiga aspek untuk mempercepat pemberantasan Covid-19 adalah:

    1. Kontrol terhadap pasien Covid-19
    "Upayanya cukup banyak, artinya cukup banyak yang harus dilakukan. Mengontrol mereka yang sudah positif itu harus lebih digiatkan. Itu juga harus didukung denga penelusuran kasus yang lebih bagus," kata Amin saat dihubungi Tempo hari, Rabu 6 Mei 2020.

    2. Percepatan penyembuhan 
    Amin mengatakan meskipun belum ada vaksin yang bisa digunakan untuk segera menyembuhkan, langkah ini bisa dimulai dengan membekali para tenaga medis dengan ilmu-ilmu Covid-19 yang terus berkembang.

    Para tenaga medis juga harus dilengkapi dengan peralatan yang memadai.

    Percepatan penyembuhan ini termasuk dengan menjaga orang dengan gejala sakit ringan.

    "Mereka tidak boleh dibiarkan berkeliaran karena bisa jadi sumber penularan Covid-19 bagi orang lain."

    3. Kedisiplinan masyarakat
    Menurut dia, meningkatkan disiplin masyarakat dilakukan dengan sosialisasi yang lebih gencar, termasuk penindakan pelanggaran yang lebih tegas tanpa kekerasan.

    "Artinya kalau mereka melanggar diingatkan. Harus disampaikan hal yang dilakukan tidak benar dan tidak boleh melakukan itu," tutur Amin Soebandrio.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.