Jokowi Minta Covid-19 Turun Mei, Epidemiolog UI: PSBB Nasional

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berada di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.  Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

    Presiden Joko Widodo berada di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono mengusulkan status PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) secara nasional jika Presiden Jokowi ingin menurunkan kurva Covid-19 pada Mei-Juni 2020.

    "PSBB nasional, harus diimplementasi di semua wilayah dengan intensitas pembatasan yang bisa bervariasi," kata Pandu saat dihubungi Tempo hari ini, Rabu 6 Mei 2020.

    Jokowi memerintahkan grafik kasus Covid-19 diturunkan dengan cara apapun pada Mei 2020 ini. Ia menargetkan serangan Covid-19 semakin ringan pada Juni.

    "Sesuai target yang kita berikan, yaitu kurva sudah harus turun," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna lewat telekonferensi pada hari ini, Rabu, 6 Mei 2020.

    Kepala Negara Jokowi pun mendorong Gugus Tugas Covid-19 bisa bergerak mendorong turunnya kasus Covid-19.

    "Jajaran pemerintahan, organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan, relawan, parpol, dan sektor swasta betul-betul harus diorkestrasi dengan baik," ucap Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.