Tren Covid-19 Menurun, Kesadaran Publik Disebut Mulai Tumbuh

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra, 15 tahun, memasangkan masker pada Ondel-ondel saat akan mengamen di kawasan perumahan di tengah pendemi virus corona atau COVID-19 di Jakarta, 4 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    Putra, 15 tahun, memasangkan masker pada Ondel-ondel saat akan mengamen di kawasan perumahan di tengah pendemi virus corona atau COVID-19 di Jakarta, 4 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Covid-19, Achmad Yurianto membenarkan adanya penurunan grafis penambahaan kasus Covid-19. Ia mengatakan tren ini terjadi karena mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga diri dan lingkungannya.

    "Masyarakat mulai banyak yang sadar dan berperan memutus penularan dengan tetap di rumah, pakai masker, cuci tangan," ujar Yurianto saat dihubungi Tempo, Selasa, 5 Mei 2020.

    Sejak kasus pertama Covid-19 muncul pertama kali pada 2 Maret 2020, pemerintah telah mulai gencar mempromosikan gaya hidup sehat dengan mencuci tangan. Dua pekan kemudian, pemerintah mulai menerapkan imbauan kerja dari rumah atau work from home untuk memutus rantai penularan.

    Saat itu, angka penambahan mulai semakin besar. Hingga akhirnya pada awal April pemerintah menetapkan status bencana nasional dan menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah, terutama di Jakarta dan sekitarnya sebagai episentrum.

    Kemarin, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan terdapat hasil positif dari upaya pemerintah. "Laju kasus baru menurun sampai 11 persen," kata Doni.

    Meski begitu, Yuri mengatakan hal ini tak berarti bahwa pemerintah akan mulai melonggarkan aturan. Ia mengatakan masih ada potensi bahwa angka kasus kembali bertambah.

    "Masuknya kasus baru ke suatu daerah, baik dari luar negeri maupun dari daerah lain yang masih ditemukan kasus baru," kata Yuri mencontohkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.