Polisi Sebut Pelaku Teror Bom di Masjid di Bawah Pengaruh Sabu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabagpenum Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Adisaputra bersama Kasubdit 1 Narkotika Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Zainal Ahmadi  menunjukkan barang bukti saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. Direktorat IV Narkoba Mabes Polri berhasil mengungkap penjualan narkotika jenis ganja sebanyak 41 kg via media sosial yang sudah berlangsung sejak September 2019 dan mengamankan 4 tersangka. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kabagpenum Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Adisaputra bersama Kasubdit 1 Narkotika Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Zainal Ahmadi menunjukkan barang bukti saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020. Direktorat IV Narkoba Mabes Polri berhasil mengungkap penjualan narkotika jenis ganja sebanyak 41 kg via media sosial yang sudah berlangsung sejak September 2019 dan mengamankan 4 tersangka. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Seruyan, Kalimantan Tengah, menangkap HS alias Iwan atas dugaan melakukan teror bom di Masjid Nurul Yaqin pada Sabtu, 2 Mei 2020. Kepolisian menyatakan pelaku melakukan teror bom di bawah pengaruh narkoba.

    "Dari hasil pemeriksan urin, pelaku positif menggunakan narkotika jenis sabu. Jadi apa yang dia lakukan hanyalah iseng dan efek halusinasi penggunaan sabu," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra melalui konferensi pers daring pada Senin, 4 Mei 2020.

    Atas temuan itu, kepolisian memastikan bahwa HG bukanlah terduga teroris maupun masuk ke dalam jaringan terorisme.

    Sementara bungkusan diduga bom itu, kata Asep, hanyalah barang elektronik. "Benda yang dimiliki tersangka bukanlah bom asli. Namun, yang bersangkutan memiliki kemahiran merakit barang elektronik," ucap dia.

    Atas perbuatannya, HG dikenakan Pasal 335 KUHP Jo Pasal 14 Ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.