Survei: Tes Covid-19 Indonesia di Bawah 0,1 Persen dari Populasi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) kepada warga yang terjaring razia pembatasan aktifitas malam hari di Polrestabes Surabaya, Ahad dini hari. Sebanyak 171 orang di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo menjalani rapid test COVID-19 serta pemeriksaan lebih lanjut setelah terjaring razia yang digelar oleh pihak kepolisian tersebut. ANTARA/Didik Suhartono

    Petugas melakukan pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) kepada warga yang terjaring razia pembatasan aktifitas malam hari di Polrestabes Surabaya, Ahad dini hari. Sebanyak 171 orang di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo menjalani rapid test COVID-19 serta pemeriksaan lebih lanjut setelah terjaring razia yang digelar oleh pihak kepolisian tersebut. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil sigi Amrta Institute menunjukkan persentase pengujian tes Covid-19 di Indonesia sangat kecil yakni belum mencapai 0,1 persen dari jumlah penduduk.

    Jika dibandingkan dengan 10 negara terbanyak korban Covid-19, pengujian sampel di Indonesia yang terkecil.

    Italia, Jerman, dan Spanyol sudah melakukan tes terhadap 3 persen dari seluruh populasi. Bahkan Amerika Serikat dan Rusia melakukan tes Covid-19 terhadap sekitar 2 persen penduduknya.

    “Kita baru melakukan tes terhadap 86.985 dari total 237 juta penduduk atau sekitar 0,032 persen," ujar Direktur Amrta Institute Nila Ardhianie dalam konferensi pers online hari ini, Senin, 4 Mei 2020.

    Jumlah tes yang rendah tersebut, kata Nila, tidak bisa menggambarkan peta utuh penyebaran Covid-19 di Indonesia. Jika pemerintah tidak memiliki peta yang utuh maka respons kebijakannya juga tidak tepat. 

    Survei dilakukan dengan menyebar kuesioner online pada 13-18 April 2020 lalu memperoleh respons sebanyak 1.110 kuesioner dari 34 provinsi di Indonesia.

    Respons diolah menggunakan SPSS IBM 24. Sedangkan masukan berupa teks dianalisis menggunakan word cloud.

    Studi literatur dilakukan untuk membantu memberikan konteks pada hasil penelitian. Responden 58,2 persen laki-laki, 40,8 perempuan. Sebanyak 98,1 persen responden usia produktif (23-60 tahun). 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.