QLC Minta Pemerintah Bantu Waria Selama Wabah Covid-19

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pengemasan paket sembako dari Presiden di Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur, Rabu, 22 April 2020. Presiden Joko Widodo bersama Kementrian Sosial dan Polda menyediakan 1,2 juta paket sembako yang akan disalurkan di wilayah Jabodetabek guna meringankan beban masyarakat selama pandemi Covid-19.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pekerja menyelesaikan pengemasan paket sembako dari Presiden di Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur, Rabu, 22 April 2020. Presiden Joko Widodo bersama Kementrian Sosial dan Polda menyediakan 1,2 juta paket sembako yang akan disalurkan di wilayah Jabodetabek guna meringankan beban masyarakat selama pandemi Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunitas Queer Language Club (QLC) menyayangkan tidak ada bantuan dari pemerintah untuk para transpuan atau waria selama pandemi Covid-19.

    "Padahal mereka juga terdampak. Apalagi sempat jadi guyonan, sampai sedih," ujar Ketua QLC Nurdiansyah, yang biasa disapa Dian, saat dihubungi Tempo hari ini, Senin, 4 Mei 2020.

    Dian bercerita, sejak Covid-19 meluas para transpuan yang bekerja sebagai pengamen, pekerja seks, dan penata rias serta rambut kehilangan pendapatannya.

    Alhasil, Dian bersama kawan-kawannya dari Sanggar Teater Koraja membuat acara penggalangan dana untuk membantu para waria tersebut.

    "Namanya Gerakan #Bantuanuntukwaria."

    Dia menjelaskan sebelum ada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kegiatannya membuat dapur umum. Tapi setelah PSBB dialihkan memasok bantuan sembako.

    Bantuan sembako rutin diserahkan dua kali setiap minggu. Total ada 67 waria yang tinggal di Pasar Pos Duri, Kali Anyar, dan waria lainnya anggota Sanggar Teater Seroja di luar dua wilayah tadi.

    Setelah sebulan memberikan sembako, Dian melanjutkan, QLC tergerak membukakan usaha bagi para transpuan. Sudah empat transpuan yang berwirausaha.

    "Bikin usaha kue bolu, kue nastar, risol," ucapnya.

    Dian berharap gerakan tersebut bisa terus membangkitkan partisipasi publik untuk berdonasi kepada transpuan.

    Sejak 26 Maret hingga 1 Mei 2020 donasi uang yang diterima mencapai Rp 93,7 juta.

    "Sudah disalurkan lebih dari Rp 59 juta," kata Dian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.