Dewan Pers Ajak Media Terus Berkontribusi Menanggulangi Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (dari kiri) Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Asep Setiawan; Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh; Kepala Sub Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik, Kementerian Sosial Erniyanto; dan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch. Bangun dalam acara Seminar Dukungan Pers untuk Pemberdayaan Disabilitas di Gedung Dewan Pers, Senin 28 Oktober 2019. TEMPO | Rini K

    (dari kiri) Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Asep Setiawan; Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh; Kepala Sub Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik, Kementerian Sosial Erniyanto; dan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch. Bangun dalam acara Seminar Dukungan Pers untuk Pemberdayaan Disabilitas di Gedung Dewan Pers, Senin 28 Oktober 2019. TEMPO | Rini K

    TEMPO.CO, JakartaDewan Pers mengajak komunitas pers untuk terus berkontribusi dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Ajakan ini disampaikan Dewan Pers bertepatan dengan Hari Pers Internasional yang jatuh pada hari ini, Ahad, 3 Mei 2020.

    Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengatakan pengalaman negara lain menangani Covid-19 ditentukan keberhasilan menangani komunikasi. Ia mengatakan pers profesional mesti berperan menjembatani proses komunikasi dan arus informasi.

    "Sehingga masyarakat terhindar dari simpang siur tentang skala penyebaran virus dan wacana yang asimetris tentang tingkat kegentingan situasi akibat pandemi," kata Nuh dalam keterangan tertulis, Ahad, 3 Mei 2020.

    Maka dari itu, Dewan Pers menyerukan sejumlah hal kepada komunitas pers. Pertama, dia berharap pers mampu membangun atmosfer yang kondusif untuk tumbuhnya empati dan kedisiplinan publik serta mobilisasi sumber daya bangsa dan negara.

    Kedua, Nuh mengatakan pers harus tetap berpegang teguh pada tugasnya sebagai kontrol sosial. Dia meminta pers tetap mencermati, mengawasi, dan mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah serta implementasinya.

    "Dalam menyampaikan pemberitaannya, pers harus menjadi rumah penjernih (clearing house) untuk melawan berita bohong (hoax), menjaga dan membangun optimisme publik, mengajak kita semua untuk tetap patuh pada protokol Covid-19 serta meningkatkan kesetiakawanan sosial," kata Nuh.

    Nuh juga meminta semua pihak menunjukkan kesungguhan untuk selalu melindungi kehidupan pers yang bebas, independen, profesional, dan bertanggung jawab dari berbagai ancaman atau pembatasan. Dia mengatakan kemerdekaan pers adalah ruh dari demokrasi dalam berbangsa dan bernegara.

    Jika ada masalah terkait liputan atau pemberitaan pers, Nuh mengimbau siapa pun berpegang pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Terakhir, Nuh mengapresiasi kontribusi pihak pers yang melaksanakan kampanye simpatik melawan Covid-19. Misalnya melalui kampanye social distancing, bekerja dari rumah, perlunya cuci tangan, imbauan tak mudik, dan lain-lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.