Organisasi Sayap Ahmadiyah Gelar Program Donor Darah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pendonor darah mengisi formulir kesediaan di dekat Bus Donor Darah Keliling PMI Kota Depok di Cibubur, Senin, 20 April 2020. PMI sebagai basis data mengadakan kegiatan donor darah di lingkungan calon pendonor tetap. Tempo/Nurdiansah

    Calon pendonor darah mengisi formulir kesediaan di dekat Bus Donor Darah Keliling PMI Kota Depok di Cibubur, Senin, 20 April 2020. PMI sebagai basis data mengadakan kegiatan donor darah di lingkungan calon pendonor tetap. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Humanity First Indonesia, salah satu sayap organisasi sosial Ahmadiyah meluncurkan program 'Relawan Siaga Donor Darah Nasional'. Pelaksanaan program ini bekerja sama dengan komunitas GiveBlood yang memiliki 15 ribu relawan di 50 kota di Indonesia.

    "Ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah sekaligus menginspirasi masyarakat luas melakukan gerakan donor darah demi memenuhi stok PMI yang krisis," kata Kepala Bidang Program Humanity Firs Indonesia, Agil Cahyo lewat keterangan tertulis, Ahad, 3 Mei 2020.

    Agil mengatakan, mereka menargetkan mendapat seribu kantong darah selama Ramadan. Ada dua model teknis pelaksanaan program ini. Menurut dia, gerakan ini sekaligus merespons pernyataan Kepala Unit Transfusi Donor Darah Palang Merah Indonesia DKI Jakarta Sallimar Salim di media massa ihwal stok darah yang sangat terdampak pandemi Covid-19. 

    Masyarakat takut keluar rumah, padahal kebutuhan kantong darah di DKI Jakarta bisa mencapai 700 kantong per hari. Kondisi serupa juga disebut terjadi di daerah lain seperti Surabaya, Bandung, dan Tangerang. 

    Ada dua teknis pelaksanaan program ini. Pertama, relawan menyatakan kesiapan donor di aplikasi Giveblood secara online. Kedua, mendatangi PMI setempat secara mandiri untuk donor darah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku.

    Pekerja seni Edi Brokoli, yang juga duta komunitas GiveBlood mengajak masyarakat berpartisipasi dalam gerakan ini. Ia mengatakan, penurunan stok darah di PMI sudah terjadi sejak Maret lalu, padahal kebutuhannya tetap.

    "Bahkan cenderung naik, karena selain Covid-19 saat ini DBD (Demam Berdarah Dengue) juga sedang mewabah," kata Edi dalam keterangan tertulis yang sama. 

    Dia mengimbuhkan, PMI juga sudah menerapkan SOP agar donor darah di Unit Transfusi Darah di seluruh Indonesia bisa tetap aman di tengah pandemi ini. "Setetes darah yang kita berikan bisa berarti nyawa bagi mereka yang membutuhkan."

    Chairman Humanity First Kandali A. Lubir mengatakan, selain program 'Relawan Siaga Donor Darah Nasional' ini, organisasinya juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di masjid-masjid, membagikan alat pelindung diri kepada tenaga medis di Kota dan Kabupaten Bogor, dan membagikan 10 ribu masker kepada masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?