Menristek Sebut 10 Ribu Rapid Test Mulai Diproduksi Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis mengamati sampel darah dari pekerja yang mengikuti rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di Aula Serba Guna Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2020. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Petugas medis mengamati sampel darah dari pekerja yang mengikuti rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di Aula Serba Guna Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2020. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi, Bambang Brodjonegoro, mengatakan 10 ribu rapid test untuk skrining virus Corona akan diproduksi mulai pekan depan.

    “Diperkirakan tanggal 8 Mei kita sudah bisa melihat 10 ribu produksi test kit pertama,” kata Bambang dalam konferensi pers yang disiarkan di akun Youtube BNPB, Ahad, 3 mei 2020.

    Bambang mengatakan, rapid diagnostic test berbasis antibodi IgG/IgM ini dikembangkan oleh konsorsium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi bersama Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan akan diproduksi PT Hepatika.

    Perkembangan rapid test ini, kata Bambang, menggunakan strain virus dari pasien positif Covid-19 di Indonesia atau berasal dari transmisi lokal.

    Untuk reagen rapid test ini, Bambang mengatakan akan diproduksi 3 bulan dari sekarang. “Paling tidak reagen kita bisa mengurangi kebutuhan impor,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?