IPW Sebut Bekas Sekretaris MA Nurhadi Terpantau Salat Duha

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman (kanan), saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta,  Selasa, 6 November 2018, untuk menjalani pemeriksaan setelah mangkir dari panggilan sebelumnya. Pemeriksaan hari ini merupakan panggilan kedua bagi Nurhadi. Sebelumnya, dia mangkir saat dijadwalkan diperiksa pada 29 Oktober 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman (kanan), saat tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa, 6 November 2018, untuk menjalani pemeriksaan setelah mangkir dari panggilan sebelumnya. Pemeriksaan hari ini merupakan panggilan kedua bagi Nurhadi. Sebelumnya, dia mangkir saat dijadwalkan diperiksa pada 29 Oktober 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -- Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane mengatakan bahwa bekas Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung Nurhadi sempat terlacak lima kali melakukan salat duha. 

    “Mantan Sekjen MA itu selalu berpindah-pindah masjid saat melakukan salat duha,” kaat Neta dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 3 Mei 2020.

    Neta mengatakan setidaknya ada lima masjid yang terus dipantau. Sumber IPW menyebutkan bahwa Nurhadi, buronan Komisi Pemberantasan Korupsi, selalu berhasil meloloskan diri saat hendak ditangkap. KPK, kata Neta, merujuk pada informasi sumber, terus berupaya menangkap Nurhadi dengan bantuan Polri.

    Neta berharap Nurhadi bisa tertangkap menjelang lebaran. “Sehingga bisa menjadi hadiah Idul Fitri dari KPK buat masyarakat,” katanya.

    KPK memasukkan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, ke dalam Daftar Pencarian Orang alias buron. Status DPO juga disematkan kepada Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto.

    Penetapan ini dilakukan setelah Nurhadi mangkir dari panggilan pemeriksaan sebanyak dua kali. Nurhadi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar sehubungan dengan pengurusan sejumlah perkara di MA.

    Sebelumnya, Nurhadi juga terlibat dalam perkara lain yang ditangani KPK, yaitu penerimaan suap sejumlah Rp150 juta dan 50 ribu dolar AS terhadap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution yang berasal dari bekas Presiden Komisaris Lippo Group Eddy Sindoro agar menunda proses pelaksanaan aanmaning (pemanggilan) terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana (PT MTP) dan menerima pendaftaran Peninjauan Kembali PT Across Asia Limited (PT AAL).

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.