Normal dari Covid-19 Juli 2020? Achmad Yurianto: Ini Tantangan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. ANTARA/Nova Wahyudi

    Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan pernyataan pemerintah bahwa masyarakat bisa beraktivitas normal pada Juli 2020 bukan janji. “Tapi ini tantangan,” kata Yuri dalam diskusi di akun Youtube Medcom ID, Ahad, 3 Mei 2020.

    Yuri mengatakan target pemerintah bahwa jumlah kasus Covid-19 akan menurun pada Juni mengacu pada perhitungan para pakar. Prosesnya panjang untuk masyarakat bisa beraktivitas normal. Sebab, kata Yuri, penyakit Covid-19 ini faktor pembawanya adalah manusia.

    Menurut dia, ada banyak variabel perkiraan dinamis yang mempengaruhi kapan wabah akan selesai. Kuncinya adalah pemerintah dan masyarakat.

    Pemerintah berupaya membangun kesadaran bahwa masyarakat adalah subyek dan obyek penanggulangan penyakit Covid-19. Sehingga, setiap orang memiliki peran yang sama. “Apakah akan membawa penyakit ke mana-mana atau menghentikan penularan,” ujarnya.

    Jika jumlah kasus Covid-19 di Indonesia menurun, masalah tidak akan selesai dengan mudah. Sebab, Indonesia juga tidak bisa menutup diri dari kedatangan orang luar.

    Dengan adanya kunjungan wisata dari berbagai negara, risiko terjadinya wabah Covid-19 gelombang kedua penularan akan terbuka. “Tidak mungkin wabah ini selesai 100 persen, kecuali kita pindah ke planet lain,” kata Yuri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.