Terduga Teroris Letakkan Benda Diduga Bom di Masjid Ditangkap

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penahanan. Sumber: aa.com.tr

    Ilustrasi penahanan. Sumber: aa.com.tr

    TEMPO.CO, Seruyan - Polres Seruyan, Kalimantan Tengah, menangkap seorang terduga teroris meletakkan benda diduga bom rakitan di Masjid Nurul Yaqin Kuala Pembuang, Pembuang Hilir, Kabupaten Seruyan. “Tersangka penaruh benda diduga bom di masjid itu berinisial HG alias Iwan, 22 tahun,” ujar Kapolres Seruyan AKB Agung Tri Widiantoro di Kuala Pembuang, Sabtu, 2 Mei 2020.

    Polisi menahan tersangka sekitar pukul 04.20 WIB. "Terduga pelaku kami tangkap di kediamannya tanpa perlawanan," kata Agung. Iwan adalah penduduk Kampung Kumai, Kuala Pembuang.

    Kelakuan Iwan menggegerkan masyarakat Kabupaten Seruyan itu setelah marbot Masjid Nurul Yakin menemukan barang menyerupai bom. Dari rekaman CCTV masjid, diketahui benda itu diletakkan oleh seorang laki-laki muda berperawakan sedang mengenakan kaus oblong dan celana pendek warna gelap.

    CCTV lainnya memperlihatkan, sebelum tiba di masjid terduga menumpang sebuah sepeda motor Tossa warna kuning, kemudian turun di pertigaan Apotek Azmi seberang Toko Serba 35 Ribu.

    Bermodalkan rekaman itu, polisi menangkap Iwan. Setelah penyelidikan, diketahui motor Tossa itu milik Akbar, yang kemudian dijadikan saksi. Motor itu dikendarai TH yang juga menjadi saksi. “Motor itu digunakan untuk mengantar galon ke Jalan Kapten Mulyono Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan," kata Agung.

    Menurut keterangan TH, selesai mengantar galon ke Salon Jimmy, tidak lama bertemu Iwan, teman SMAnya, warga Kampung Kumai, Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir. Iwan memanggil TH bermaksud ingin menumpang di sepeda motor yang dikendarainya itu sembari memperlihatkan bom. Namun, TH tidak mengindahkan.

    Iwan meminta tumpangan kepada TH. Sesampainya di pertigaan Apotek Azmi, dia turun, lalu berjalan kaki menuju Masjid Nurul Yaqin. “Dengan membawa benda diduga bom itu yang disembunyikannya di dalam baju bagian depan."

    Setelah mendapatkan keterangan itu, kata Agung, tidak lama polisi menahan terduga teroris Iwan yang meletakkan benda yang dicurigai bom di Masjid Nurul Yaqin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.