Anggota DPR Dorong Nadiem Kemas Belajar Online Agar Lebih Baik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guru membuat tugas dan berinteraksi dengan siswa lewat Google Classroom di SMP Lazuardi Kamila Global Compassianote School (SCS), Solo, Jawa Tengah, Selasa 17 Maret 2020. Sekolah setempat menerapkan pembelajaran secara daring menyusul aturan Pemerintah Kota Solo yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Corona dengan meliburkan sekolah selama 14 hari setelah adanya satu pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia dan satu dirawat di ruang isolasi RSUD Moewardi, Solo. ANTARA FOTO/Maulana Surya

    Guru membuat tugas dan berinteraksi dengan siswa lewat Google Classroom di SMP Lazuardi Kamila Global Compassianote School (SCS), Solo, Jawa Tengah, Selasa 17 Maret 2020. Sekolah setempat menerapkan pembelajaran secara daring menyusul aturan Pemerintah Kota Solo yang menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Corona dengan meliburkan sekolah selama 14 hari setelah adanya satu pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia dan satu dirawat di ruang isolasi RSUD Moewardi, Solo. ANTARA FOTO/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Pendidikan DPR RI, Zainuddin Maliki, meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memikirkan program berkelanjutan pendidikan jarak jauh yang dapat berlangsung lama seiring kebijakan belajar dari rumah di masa wabah COVID-19.

    "Kami mendesak menteri membuat pelatihan baru di tengah pandemi supaya bisa mengemas pendidikan jarak jauh dengan benar," kata Zainuddin dalam diskusi daring di Hari Pendidikan Nasional, Sabtu, 2 Mei 2020.

    Desakan ini, kata dia, muncul setelah sejumlah ahli memperkirakan pandemi di Indonesia akan terus berlanjut. Menurut dia, jika wabah berakhir pada Juni pun pasti tetap akan ada upaya pencegahan sehingga belajar di rumah akan terus berlanjut.

    Maka, kata dia, pemerintah diminta agar membuat program pendidikan jarak jauh semakin jelas. Sebab, ia memperkirakan sistem pendidikan ini akan berlanjut sampai akhir tahun.

    Selain itu, dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional, Zainuddin berharap sistem pendidikan di Indonesia tidak saklek dengan berbagai acuan standardisasi. Pendidikan ke depan, kata dia, harus berbasis kurikulum kehidupan yang berangkat dari imajinasi dan kreativitas sehingga mampu menghadapi berbagai persoalan.

    "Memperkaya anak-anak dengan imajinasi berpikir kreatif, kritis dan problem solving. Ini yang diperlukan manusia abad 21 dan semasa pandemi COVID-19," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.