Saat Pandemi Covid-19, 21 Ribu Rumah di Bandung Terendam Banjir

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan melintasi banjir di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Ahad, 5 April 2020. ANTARA/Novrian Arbi

    Warga berjalan melintasi banjir di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Ahad, 5 April 2020. ANTARA/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 21 ribu rumah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Jumat, 1 Mei 2020. 

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Enjang Wahyudin, mengatakan air bah menggenangi tiga kecamatan. Yaitu Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Kecamatan Bojongsoang.

    Enjang mengatakan tim BPBD berkoordinasi dengan kecamatan yang terdampak. "BPBD juga membuka posko di lapangan dan sebagian personel terus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir," katanya, Sabtu, 2 Mei 2020.

    Menurut pantauan tim BPBD Kabupaten Bandung pada Sabtu, 2 Mei 2020 dini hari, hingga pukul 05.00 WIB genangan air paling tinggi terjadi di Kecamatan Baleendah. Air di wilayah ini mencapai 220 sentimeter.

    Banjir di kecamatan ini menyebabkan 7.907 rumah penduduk, tujuh sekolah, dan 35 tempat ibadah tergenang. 

    Di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung banjir meliputi Desa Dayeuhkolot, Desa Citereup, dan Desa Pasawahan. Di kawasan ini BPBD mencatat tinggi air mencapai dua meter. Banjir di wilayah ini menyebabkan 7.167 rumah, delapan tempat ibadah, 20 sekolah, dan tujuh fasilitas umum tergenang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.