Wamenag Meyesalkan Pembatasan Tempat Ibadah dan Pasar Dibenturkan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi memberikan salam usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. ANTARA

    Calon Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi memberikan salam usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -  Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyayangkan masih ada sebagian warga yang membandingkan pembatasan di tempat ibadah dengan pasar atau pabrik. Wamenag menilai dua hal itu tidak seharusnya dihadapkan satu sama lain.

    "Karena berkaitan dengan upaya penyelamatan jiwa umat manusia, sehingga harus dimaknai sebagai kewajiban dan perintah agama, yang berlaku untuk siapa saja dan di mana saja,” katanya, Jumat, 1 Mei 2020.

    Zainut mencontohkan masih banyak ditemui umat yang mempermasalahkan pembatasan di tempat ibadah. Mereka, kata Zainut, keberatan jika di tempat ibadah penerapan pembatasan dilaksanakan secara ketat, misal dengan digembok hingga pembubaran ibadah. Sementara di tempat lain yang bukan tempat ibadah diterapkan secara longgar. 

    Ketimbang mempermasalahkan itu, Zainut mengajak umat beragama bersyukur karena dari sekian pembatasan yang ada, umat beragama termasuk yang paling banyak menaatinya. "Sehingga keselamatan akan kembali kepada dirinya,” tuturnya.

    Kementerian Agama, kata Zainut, mengapresiasi umat karena telah mematuhi anjuran tokoh agama dan pemerintah untuk melaksanakan ibadah di rumah demi menghambat penyebaran Covid-19. Ia berujar mematuhi anjuran tersebut bentuk ketaatan beribadah sebagai umat beragama sekaligus bentuk tanggung jawab sebagai warga negara.

    Ia menuturkan, ibadah di rumah saat wabah Covid-19 merupakan upaya untuk menjaga keselamatan jiwa (hifdzu an-nafs) yang merupakan salah satu perintah dan kewajiban utama dalam beragama.

    “Larangan beribadah di masjid dan tempat ibadah lainnya dalam kondisi pandemi Covid-19 semata untuk menjaga keselamatan jiwa, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain,” tuturnya.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.