Pengajar Ruangguru Minta Video Pelatihan Jurnalistiknya Dicabut

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Ruangguru Belva Devara. (ANTARA News/HO Ruangguru)

    CEO Ruangguru Belva Devara. (ANTARA News/HO Ruangguru)

    TEMPO.CO, Jakarta -Prita Kusumaputri, salah satu pengajar di Ruangguru untuk kelas jurnalistik, mengajukan protes kepada tim Skill Academy (SA) yang menaungi Ruangguru terkait pelajaran pelatihannya masuk ke program Prakerja.

    "Ini jelas berbeda dengan tujuan awal pembuatan kelas itu yang tujuannya untuk berbagi ilmu jurnalistik," ujar Prita saat dihubungi pada Jumat, 1 Mei 2020.

    Prita mengaku tak nyaman saat kelas jurnalistik yang ia ajar masuk ke paket 'Sukses Kerja Sampingan di Masa Corona'.

    Bahkan, Prita menyebut tak ada pemberitahuan dari pihak SA atau Ruangguru bahwa kelasnya akan masuk ke dalam program Prakerja. Sebab, pada kesepakatan awal, kelas itu tampil di Skill Academy untuk pembelajaran pribadi.

    "Yang mana saya tidak keberatan karena di sana penggunanya menggunakan uang pribadi untuk akses kelas. Beda dengan Prakerja, yang tentunya kita semua tahu menjadi perhatian banyak pihak karena menyangkut APBN," ucap dia. Alhasil, dia pun telah mengajukan protes kepada pihak SA.

    Prita menjelaskan, proses syuting kelas jurnalistik itu sendiri dilakukan sebanyak tiga kali, yakni 25 November 2019, 2 Desember 2019, dan 5 Desember 2019, serta jauh sebelum SA atau Ruangguru ditunjuk sebagai mitra program Prakerja.

    Bahkan, Prita mengaku sudah meminta pihak SA agar menurunkan video kelas jurnalistik tersebut. Ia menilai, kelas yang ia ajarkan kurang tepat untuk masyarakat di situasi pandemi wabah Covid-19 saat ini.

    "Dan berbeda dengan tujuan awal. Apalagi bila kelas tersebut sampai masuk dalam bundel paket 'Sukses Kerja Sampingan di Masa Corona'," kata Prita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.