Update Covid-19 1 Mei: 10.551 Kasus, 1.591 Sembuh, 800 Meninggal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menyiapkan fasilitas baru untuk pasien anak yang terinfeksi virus corona (COVID-19) di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis 30 April 2020. Kapasitas ruangan untuk penanganan pasien corona RS tersebut bertambah dari sebelumnya dilakukan di tiga lantai Gedung Kiara (lantai 1, 2, dan 6) menjadi empat lantai dengan tambahan di lantai 4. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Petugas medis menyiapkan fasilitas baru untuk pasien anak yang terinfeksi virus corona (COVID-19) di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis 30 April 2020. Kapasitas ruangan untuk penanganan pasien corona RS tersebut bertambah dari sebelumnya dilakukan di tiga lantai Gedung Kiara (lantai 1, 2, dan 6) menjadi empat lantai dengan tambahan di lantai 4. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan ada penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia sebesar 433 per Jumat, 1 Mei 2020.

    "Sehingga total kini menjadi 10.551 kasus, dari 10.118 kasus," ujar Yurianto melalui telekonferensi streaming pada Jumat, 1 Mei 2020.

    Lalu, untuk pasien sembuh kini bertambah menjadi 1.591 orang dari sebelumnya 1.522 orang. Sedangkan, untuk pasien meninggal menjadi 800 orang, dari sebelumnya 792 orang.

    Adapun untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah menjadi 233.120 dari 230.411 orang, dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) menjadi 22.123 orang dari sebelummya 21.827 orang.

    Yurianto pun kembali mengingatkan, dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta pada 10 April hingga 22 Mei 2020, masyarakat wajib patuh untuk tetap berada di rumah. Ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas dan interaksi di luar rumah.

    "Mari bersama-sama tetap aman di rumah," ucap Yurianto. Jika terpaksa harus keluar, masyarakat diwajibkan menggunakan masker dan tetap memberlakukan physical distancing atau jaga jarak aman satu sampai dua meter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.