Covid-19, Pemerintah Bikin Call Center Konsultasi Kesehatan Jiwa

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Tanjung Priok mengenakan APD saat melaksanakan rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal Pesiar MV Carnival Splendor saat tiba di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis 30 April 2020. Sebelum dibawa menuju hotel untuk dilakukan isolasi mandiri selama satu minggu, 375 WNI tersebut terlebih dahulu menjalani rapid test. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Tanjung Priok mengenakan APD saat melaksanakan rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal Pesiar MV Carnival Splendor saat tiba di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis 30 April 2020. Sebelum dibawa menuju hotel untuk dilakukan isolasi mandiri selama satu minggu, 375 WNI tersebut terlebih dahulu menjalani rapid test. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menyiapkan fasilitas layanan kesehatan jiwa melalui call center 119 bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan konsultasi melalui laman resmi Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI).

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan Fidiansjah mengatakan, layanan konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 9, sementara hotline 119 extension 8 digunakan untuk layanan terkait COVID-19.

    "Sekarang 119 extension 8 bisa untuk akses kanal masalah kesehatan jiwa. Semoga bisa membuat masyarakat terbebas dari masalah kesehatan jiwa yang bisa muncul," kata Fidiansjah melalui konferensi pers daring di kanal Youtube BNPB Indonesia, pada Jumat, 1 Mei 2020.

    Selain itu, layanan konsultasi kesehatan jiwa juga bisa diakses secara gratis melalui aplikasi Sehatpedia yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan dengan berbasis layanan telemedicine, atau melalui laman resminya yaitu www.pskji.org.

    Fidiansjah menuturkan, layanan swaperiksa itu terbagi dalam tiga kategori, yaitu pemeriksaan kecemasan, trauma psikologis, ataupun depresi. Dalam pemeriksaan secara mandiri tersebut pengguna hanya perlu memasukkan informasi mengenai usia dan wilayah tempat tinggal dan kemudian menjawab beberapa pertanyaan untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa yang bersangkutan.

    "Swaperiksa tersebut hanya memerlukan waktu sekitar satu hingga dua menit dan pengguna langsung bisa mendapatkan hasilnya apakah dalam kondisi baik-baik saja atau cemas dan depresi," ucap Fidiansjah. Jika hasil yang keluar adalah gangguan kecemasan, depresi, atau mengalami trauma psikologis maka mereka disarankan untuk menghubungi psikiater atau psikolog untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Kemudian, PDSKJI juga membuka pendampingan masalah psikososial terkait COVID-19 secara daring melalui akun media sosial Instagram di @pdskji_indonesia. Masyarakat hanya perlu mengirimkan direct message ke Instagram PDSKJI yang berisikan nama, lokasi, dan nomor telepon yang terhubung ke aplikasi WhatsApp. Selanjutnya psikiater dari PDSKJI akan menghubungi untuk memberikan pendampingan secara daring.

    Fidiansjah pun memastikan sekitar seribu psikiater di seluruh Indonesia siap memberikan pendampingan kesehatan jiwa masyarakat di situasi pandemi Covid-19. "Kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan jiwa," Fidiansjah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.