2 Balita PDP Covid-19 di Probolinggo Meninggal

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera kuning sebagai pengganti nisan berada di atas pusara korban meninggal akibat COVID-19 di komplek TPU Tegal Alur, Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Pemakaman dengan protokol Covid-19 umumnya berlangsung cepat dan jenazah dikubur menggunakan peti yang tertutup rapat. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Bendera kuning sebagai pengganti nisan berada di atas pusara korban meninggal akibat COVID-19 di komplek TPU Tegal Alur, Jakarta, Rabu, 22 April 2020. Pemakaman dengan protokol Covid-19 umumnya berlangsung cepat dan jenazah dikubur menggunakan peti yang tertutup rapat. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Probolinggo - Dua balita dari Desa Patokan dan Tegalrejo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal pada Kamis, 30 April 2020.

    "Dua balita PDP yang meninggal itu mengalami sakit infeksi paru-paru dan ada pneumonia, serta kegagalan napas," kata Juru Bicara Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Anang Budi Yoelijanto, Kamis, 30 April 2020.

    Menurut dia, kedua pasien PDP itu dimakamkan menggunakan protokol pemakaman pasien positif COVID-19.

    "Dugaan meninggalnya mengarah bukan ke penyakit Corona, namun kami tidak bisa lengah dan tetap melakukan pelacakan ke orang-orang terdekatnya," katanya.

    Sebelumnya, seorang balita asal Desa Gending yang berstatus PDP COVID-19 di Kabupaten Probolinggo juga meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Wonolangan, Rabu, 29 April 2020.

    Saat ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo 21 orang, sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) 46 orang. Sedangkan Orang dalam pemantauan (ODP) 405 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.