Menko PMK Muhadjir Effendy Antisipasi Mudik 15.429 TKI

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berbincang saat mengikuti rapat kerja gabungan dengan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020. Rapat kerja gabungan Komisi II, VIII, IX, dan XI DPR RI dengan Pemerintah tersebut membahas pembiayaan selisih biaya kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) Kelas III, serta membahas permasalahan data peserta penerima bantuan Iuran (PBI), membahas peran serta pemerintah daerah dalam program JKN. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berbincang saat mengikuti rapat kerja gabungan dengan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020. Rapat kerja gabungan Komisi II, VIII, IX, dan XI DPR RI dengan Pemerintah tersebut membahas pembiayaan selisih biaya kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) Kelas III, serta membahas permasalahan data peserta penerima bantuan Iuran (PBI), membahas peran serta pemerintah daerah dalam program JKN. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) memprediksi menjelang Lebaran 2020 jumlah Tenaga Kerja Indonesia yang mudik dari luar negeri cukup banyak.

    Mereka mayoritas terdiri Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Anak Buah Kapal (ABK).

    Menurut Menko PMK Muhadjir Effendy, berdasarkan data Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) diprediksi 15.429 PMI akan mudik ke Tanah Air.

    Jumlah tersebut belum termasuk PMI yang habis kontrak antara April-Mei 2020 sebanyak 37.075 orang.

    "Kami akan perkuat koordinasi bahkan hingga ke pemerintah daerah sehingga siap mengantisipasi kedatangan WNI," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo hari ini, Kamis, 30 April 2020.

    Menko PMK Muhadjir menuturkan yang perlu menjadi perhatian adalah pemberlakuan Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan Covid-19 baik yang mudik melalui jalur darat, laut, maupun udara.

    Diperlukan pula tempat penampungan/karantina tidak hanya di Pulau Galang, tetapi juga di setiap titik-titik kedatangan.

    "Kapal TNI siap mengantar mereka ke pelabuhan tujuan, namun setelah itu pemda setempat dimohon tanggung jawab mengawal mereka hingga ke kampung halaman," tutur Muhadjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.