Kasus Baru Covid-19 Menurun, Epidemiolog UI: Karena Kurang Reagen

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis mengambil sampel petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat tes swab di Stasiun Bogor, Senin, 27 April 2020. Tes ini dilakukan secara acak kepada petugas PT KCI dan penumpang KRL Commuter Line untuk mendeteksi kemungkinan penyebaran virus Corona (COVID-19) di moda transportasi KRL Commuter Line. ANTARA/Arif Firmansyah

    Petugas medis mengambil sampel petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat tes swab di Stasiun Bogor, Senin, 27 April 2020. Tes ini dilakukan secara acak kepada petugas PT KCI dan penumpang KRL Commuter Line untuk mendeteksi kemungkinan penyebaran virus Corona (COVID-19) di moda transportasi KRL Commuter Line. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, menilai penurunan jumlah kasus baru positif COVID-19 disebabkan kurangnya alat untuk melakukan tes.

    “Yang saya tangkap sementara ini masih mengalami kekurangan reagen maupun virus transmission medianya,” kata Syahrizal kepada Tempo, Kamis, 30 April 2020.

    Pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ini menuturkan, kekurangan itu terjadi karena Indonesia masih mengandalkan impor. Sehingga, jumlah spesimen yang diperiksa pun baru mencapai 86.985 spesimen dari 67,784 orang berdasarkan data per 29 April 2020.

    Syahrizal menjelaskan, penambahan kasus baru tertinggi terjadi pada 24 April 2020, dengan 436 kasus. Jika angka itu dianggap sebagai puncak pandemi COVID-19, maka semestinya penurunan jumlah kasus baru akan terus terjadi dalam 7-14 hari.

    Namun, kata Syahrizal, pemerintah sendiri mengasumsikan puncak wabah baru akan terjadi pada akhir Mei 2020. “Berarti 436 itu bukan puncak wabah. Pemerintah pasti ada alasan,” kata dia.

    Selain itu, baru-baru ini pemerintah juga mendistribusikan 400 ribuan reagen PCR ke sejumlah laboratorium untuk pengujian COVID-19. Artinya, Syahrizal menuturkan dalam dua pekan ke depan mestinya tidak ada persoalan kekurangan reagen. “Mudah-mudahan ketersediaan reagen itu akan menggambarkan situasi yang dilaporkan,” ujarnya.

    Sebelumnya, terjadi penurunan jumlah kasus baru positif Covid-19. Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan ada penambahan kasus positif pada Selasa, 28 April 2020 sebanyak 415 orang. Angka penambahan ini kemudian turun pada Rabu, 29 April 2020 menjadi 260 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?