Romahurmuziy Bebas, Sekjen PPP: Biasa Saja, Tidak Istimewa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rommahurmuziy (kedua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) K4, di Gedung KPK , Jakarta, Rabu, 29 April 2020.  Rommy dinyatakan bebas usai terbit penetapan pembebasan Mahakamah Agung (MA) pasca putusan tingkat banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memotong hukuman Rommy hanya menjadi satu tahun.  ANTARA/Reno Esnir

    Rommahurmuziy (kedua kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) K4, di Gedung KPK , Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Rommy dinyatakan bebas usai terbit penetapan pembebasan Mahakamah Agung (MA) pasca putusan tingkat banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memotong hukuman Rommy hanya menjadi satu tahun. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, menilai tak ada yang istimewa dari dikeluarkannya Romahurmuziy dari tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Menurut Arsul, pembebasan itu pelaksanaan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) saja.

    "PPP melihat bahwa dikeluarkannya MR (Mas Rommy/Muhammad Romahurmuziy) dari rutan KPK ini hanya soal pelaksanaan aturan hukum acara pidana yang biasa saja. Enggak ada yang istimewa," kata Arsul ketika dihubungi, Kamis, 30 April 2020.

    Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini mengatakan, ketentuan pembebasan Rommy mengacu pada Pasal 253 KUHAP dan Buku II Mahkamah Agung terkait pedoman teknis peradilan pidana.

    Terdakwa yang masa penahanannya sama dengan pidana penjara yang ada dalam vonis hakim harus dilepaskan terlebih dulu sampai ada putusan atas upaya hukum yang sedang berjalan.

    Dalam hal ini, upaya hukum yang sedang berproses ialah kasasi KPK ke MA atas putusan banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang mengurangi masa tahanan Rommy dari dua tahun menjadi satu tahun.

    "Tepat jam dua belas kemarin malam MR telah menjalani penahanan selama satu tahun seperti vonis Pengadilan Tinggi Tipikor Jakarta," ujar Arsul.

    Rommy bebas dari rutan KPK pada Rabu malam, 29 April 2020. Ia mengaku bersyukur karena bisa bebas di bulan Ramadan. Bebasnya Rommy ini setelah Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima banding yang diajukan mantan Ketua Umum PPP tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.