773 Kasus Meninggal Covid-19, Terbanyak dari Usia 30-59 Tahun

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemakaman memakamkan jenazah kasus COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Ahad, 26 April 2020. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 10-23 April 2020, tren pemakaman yang menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 cenderung menurun. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Petugas pemakaman memakamkan jenazah kasus COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Ahad, 26 April 2020. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 10-23 April 2020, tren pemakaman yang menggunakan prosedur tetap (protap) COVID-19 cenderung menurun. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan kelompok usia 30-59 tahun paling banyak mengalami kasus meninggal karena COVID-19.

    “Kalau perhatikan pada distribusi umurnya, terbanyak rentang 30-59 tahun sebanyak 351 orang,” kata Yurianto dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB, Selasa, 28 April 2020.

    Berdasarkan data Gugus Tugas, kasus meninggal per 28 April 2020 mencapai 773 orang. Kelompok usia selanjutnya yang paling banyak menyumbang kasus meninggal adalah 60-79 tahun sebanyak 302 orang. Kemudian di atas 80 tahun sebanyak 27 orang.

    Adapun kelompok usia 0-4 tahun tercatat 2 orang meninggal, kelompok usia 5-14 tahun ada 3 orang, dan 15-29 tahun ada 19 orang.

    Meski demikian, Yurianto mengatakan masih melakukan verifikasi kembali untuk data usia 69 tahun.

    Yurianto pun meminta partisipasi aktif masyarakat dalam memutus penularan COVID-19. Misalnya, mencuci tangan sesering mungkin dengan air dan sabun selama 20 detik, pakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak aman, dan tidak melakukan perjalanan ke manapun.

     “Kita tidak pernah tahu bahwa perjalanan kita akan aman dari kemungkinan penularan COVID-19,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.