Kreativitas Mengajar Atasi Kejenuhan Belajar Saat Pandemi Covid-19

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Yulianto bersama murid SMP Muhammadiyah Boarding School, Yogyakarta sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui sistem daring.

    Agus Yulianto bersama murid SMP Muhammadiyah Boarding School, Yogyakarta sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui sistem daring.

    INFO NASIONAL  Mengantisipasi penyebaran wabah corona (Covid-19), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau setiap institusi pendidikan di Indonesia untuk mengarahkan peserta didik belajar dari rumah.

    Adapun materi pelajaran dapat diberikan dari jarak jauh melalui berbagai cara, baik dalam jaringan (daring)/online maupun luar jaringan (luring).

    Bagi beberapa sekolah, pembelajaran jarak jauh ternyata memberikan banyak manfaat, misalnya meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi, baik untuk para peserta didik maupun guru yang memberi materi pelajaran.

    Namun, terdapat juga beberapa kendala, seperti proses penyampaian materi dalam ruang dan waktu yang relatif lebih terbatas sehingga berpotensi menimbulkan kejenuhan pada peserta didik saat belajar dari rumah.

    Agus Yulianto, seorang guru di SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prambanan Yogyakarta mengatakan bahwa membuat anak-anak didik tidak bosan saat belajar dari rumah merupakan pekerjaan yang cukup besar bagi para pendidik. Untuk itu, sekolah tempatnya bekerja menerapkan sejumlah treatment yang tidak terbatas pada materi mendengarkan dan mencatat semata.

    “Secara kontekstual, anak-anak kita minta membuat pembelajaran semacam infografis, bagaimana kondisi wabah Covid-19 di Indonesia, kemudian membuat tentang apa yang harus dilakukan supaya tidak terpapar virus Covid-19,” ujar Agus melalui telepon, pada Senin, 27 April 2020.

    Selain itu, guru IPS ini juga meminta para peserta didik untuk membuat peta dari bahan-bahan daur ulang, seperti kardus atau kertas yang sudah tidak terpakai. Kemudian, hasil tugas tersebut dilaporkan lewat video atau foto untuk diketahui oleh para guru.

    “Kalau tentang siswa, maka guru yang harus lebih banyak kreatif dalam mengajar lewat online, berbagai macam variasi perlu untuk dilakukan,” katanya.

    Agus Yulianto, guru IPS SMP Muhammadiyah Boarding School, Yogyakarta sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah bersama para peserta didik.

    Begitu juga Nico Tanel, Kepala Sekolah SD YPPKK Moria, Sorong, Papua Barat, yang merasa kegiatan belajar mengajar secara online justru mendorong para guru di Papua untuk lebih kreatif lagi dalam menjalankan tugasnya.

    “Kan pasti bosan itu belajar hanya dikasih tugas aja, jadi kami bikin lebih kreatif misalnya menggunakan video. Contoh dalam mata pelajaran seni budaya, kan ada seni tari, nah nanti anak-anak diminta membuat video saat mereka menari, bisa juga menggunakan pakaian adat yang mereka miliki,” ujar Nico.

    Nico pun mengaku agak kesulitan dengan menerapkan belajar online karena tidak semua orang tua memiliki fasilitas pendukung belajar online bagi anak-anaknya. “Ada yang tidak punya laptop, atau kuota terbatas, atau orang tuanya pagi bekerja, itu tidak apa-apa, kami tetap menunggu hasil pembelajaran yang dikirimkan orang tua ke kami,” ucapnya.

    Pemerintah melalui Kemendikbud pun mengimbau setiap pengajar di tiap sekolah untuk memberikan berbagai materi pengajaran secara kreatif dan menyenangkan untuk menghindari kejenuhan yang berpotensi dialami para peserta didik saat belajar dari rumah.

    Kemendikbud pun telah bekerja sama dengan stasiun televisi pemerintah publik (TVRI) dalam menginisiasi beberapa program tayangan pembelajaran yang dikemas secara kreatif, sebagai bentuk upaya membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat, termasuk mereka yang belum memiliki pendukung belajar online.

    Merujuk pada Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020, belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, seperti menghadapi pandemi Covid-19. Selain itu, aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah.

    "Yang perlu dicatat bahwa sesungguhnya dalam keadaan seperti ini, yang menjadi penting saat adalah pemberian pendidikan yang bermakna,” kata Mendikbud, Nadiem Makarim dalam salah satu video conference.

    Terkait program belajar dari rumah, Kemendikbud juga sedang menyiapkan skenario bila wabah Covid-19 masih belum reda hingga akhir tahun 2020. "Kita sedang siapkan kalau nanti belajar dari rumah ini bisa terjadi sampai akhir tahun," ucap Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Plt Dirjen Dikdasmen), Muhammad Hamid, pada Jumat, 24 April 2020.

    Jika kegiatan belajar mengajar di rumah diperpanjang hingga akhir tahun, maka harus ada penyesuaian kembali terkait tahun ajaran baru. Salah satunya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan secara daring. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.