Kasus Meninggal Covid-19 Tinggi, Yurianto: Karena Hipertensi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menyebutkan hipertensi menjadi penyakit penyerta (komorbid) yang paling banyak menyebabkan kematian pada pasien Covid-19.

    “Ini yang menyebabkan angka kematian kita tinggi,” kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di akun Youtube BNPB, Senin, 27 April 2020.

    Selain hipertensi, penyakit penyerta terbanyak kedua adalah diabetes, lalu jantung, dan penyakit paru-paru, seperti asma maupun obstruksi menahun atau bronkitis kronis.

    Achmad Yurianto mengatakan, pasien COVID-19 yang meninggal juga paling banyak dialami pada kelompok usia 41-60 tahun dan di atas 60 tahun menuju 80 tahun.

    Berdasarkan data yang dihimpun Gugus Tugas dari seluruh daerah per 27 April, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 9.096 kasus.

    Terdapat 44 orang pasien sudah sembuh, sehingga total menjadi 1.151 kasus. Kemudian penambahan 22 kasus pasien yang meninggal dari konfirmasi COVID-19 positif sehingga menjadi 765 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.