Satu Balita di Malang Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke arah tempat duduk penumpang di area Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, 19 Maret 2020. Proses sterilisasi ini dilakukan menyeluruh, mulai dari lobby stasiun hingga pagar pembatas di bagian dalam stasiun. Foto: Aris Novia Hidayat

    Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke arah tempat duduk penumpang di area Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, 19 Maret 2020. Proses sterilisasi ini dilakukan menyeluruh, mulai dari lobby stasiun hingga pagar pembatas di bagian dalam stasiun. Foto: Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Seorang balita di Kota Malang positif terjangkit virus Covid-19. Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa, Satuan Tugas Covid-19 Kota Malang telah melakukan tracing terhadap kontak erat balita tersebut.

    "Balita yang terkonfirmasi positif, kami akan melacak, terpapar dari mana, karena bisa jadi orang sekitar tidak menunjukkan gejala klinis, tapi ternyata carrier," kata Sutiaji, di Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 27 April 2020.

    Sutiaji mengatakan balita yang dirawat di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Malang tersebut, sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Pada 26 April 2020, hasil swab balita menyatakan ia positif terjangkit COVID-19.

    "Ini yang sedang kami telisik dan mengapa kembali saya tegaskan penting melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Malang Raya," ujar Sutiaji.

    Menurut Sutiaji, sejak 23 April 2020, di Kota Malang ada penambahan beberapa kasus baru positif COVID-19. Sehingga harus menjadi perhatian khusus karena satu kasus merupakan balita, dan tiga lainnya adalah tenaga kesehatan berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

    "Empat kasus terakhir ini benar-benar menjadi perhatian tersendiri. Tiga orang tenaga kesehatan, dan satu balita positif COVID-19," kata Sutiaji. Di Kota Malang, terdapat 14 kasus positif Covid. Delapan orang telah sembuh, dan sisanya masih menjalani perawatan.

    Kemudian sebanyak 1.909 orang masuk kategori Orang Dengan Risiko (ODR), 166 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), 231 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan sebanyak 92 orang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.