ASN Boleh Keluar Daerah Selama Wabah Covid-19, Tapi Ada Syaratnya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik dengan pesawat. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    Ilustrasi mudik dengan pesawat. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Larangan bagi ASN ( Aparatur Sipil Negara) keluar daerah selama wabah Covid-19 ternyata bukan harga mati.

    Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan ASN diperbolehkan bepergian keluar daerah selama dalam kondisi darurat.

    Dispensasi itu didasarkan pada Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 46 Tahun 2020.

    "Bahwa yang bersangkutan saudaranya sakit, anaknya, istrinya, boleh. Sepanjang diizinkan oleh atasannya," kata Wakil Kepala BKN Supranawa Yusuf dalam konferensi pers daring hari ini, Senin 27 April 2020.

    Menurut laman Menpan-RB, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dapat memberikan cuti bagi ASN yang melahirkan, cuti sakit, atau cuti karena alasan penting.

    Cuti dengan alasan penting hanya diberikan jika keluarga inti dari ASN sakit keras atau meninggal.

    Di luar kepentingan darurat tersebut, ASN bisa kena sanksi disiplin ringan hingga berat jika keluar daerah selama wabah Covid-19, sesuai Surat Edaran BKN Nomor 11 Tahun 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.