Mudik Lewat Jalur Tikus, Kakorlantas Polri: Pasti Terjaring

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Istiono di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Desember 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Istiono di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Desember 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas Inspektur Jenderal Istiono menyebut bahwa ada yang tertangkap mengambil jalur alternatif atau jalur tikus agar bisa mudik di masa wabah Covid-19.

    "Presentasenya kecil. Sudah banyak yang diputar-arah di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah," ujar Istiono saat dihubungi Tempo hari ini, Senin, 27 April 2020.

    Istiono sebelumnya menginstruksikan jajarannya untuk memantau seluruh jalur alternatif atau jalur tikus di setiap perbatasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) selama larangan mudik diberlakukan.

    Jika pemudik masih ada yang nekat melalui jalur tikus maka, menurut dia, tidak akan lolos karena harus berhadapan dengan titik-titik penyekatan selanjutnya.

    "Akan terjaring lagi di check point berikutnya, begitu terus sampai Jawa Tengah," ucap Istiono.

    Istiono kembali mengimbau masyarakat agar tak melakukan mudik Ramadan dan Lebaran 2020 demi kebaikan bersama karena saat ini sedang wabah Covid-19.

    "Kami membangkitkan kesadaran pemudik untuk tidak menyebarkan COVID-19 ke wilayah lain," kata Istiono.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?