Kasus Suap KPU, Riezky: Dihubungi Donny lalu Ditemui Saeful Bahri

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Riezky Aprilia, seusai memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Riezky Aprilia, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pemberi suap mantan Caleg PDI Perjuangan, Harun Masiku, dalam tindak pidana korupsi dugaan menerima hadiah atau janji terkait penetapan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI terpilih 2019-2024. TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Riezky Aprilia, seusai memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020. Riezky Aprilia, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pemberi suap mantan Caleg PDI Perjuangan, Harun Masiku, dalam tindak pidana korupsi dugaan menerima hadiah atau janji terkait penetapan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI terpilih 2019-2024. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Riezky Aprilia mengungkap cerita sebelum kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

    Dia mengatakan awalnya dihubungi advokat partainya, Donny Tri Istiqomah, ketika dia di Singapura pada September 2019. 

    Menurut Riezky, Donny mendesak ingin bertemu hingga hendak menyusul ke Singapura.

    "Dia (Donny) bilang dia akan ke sana juga. Silakan saja. Tapi ternyata yang datang Saeful Bahri," kata Riezky saat dihubungi Tempo pada Ahad 26 April 2020.

    Saeful Bahri menjadi terdakwa atas tuduhan bersama Harun Masiku menyuap Wahyu Setiawan. Sedangkan Harun masih buron. 

    Selanjutnya, Riezky menerangkan bahwa dia waktu itu ke Singapura untuk berobat sekaligus membawa anak-anaknya berlibur.

    Mulanya, dia melanjutkan, Saeful mengirim pesan kepada Riezky dan mengatakan mendapatkan nomor teleponnya dari Donny.

    Lalu Saeful mengatakan dia akan datang ke Singapura menemui Riezky.

    "Saya nggak tahu orangnya yang mana juga awalnya. Perempuan ya bingung juga nemuin orang enggak kenal sendirian. Tapi karena ada kata-kata penting akhirnya saya temui," tutur Riezky.

    Riezky mengatakan tahu Donny tapi baru pertama kali dihubungi yakni ketika dia di Singapura. Namun, dia tak kenal sama sekali dengan Saeful Bahri sampai bertemu di Singapura.

    Dalam penjelasannya di persidangan, Riezky mengatakan Saeful Bahri menemuinya di Singapura pada September 2019. Saeful meminta Riezky mundur dari pelantikan anggota DPR kemudian digantikan oleh Harun Masiku.

    Seperti halnya Harun Masiku, Riezky Caleg PDIP dari Daerah Pemilihan I Sumsel dalam Pemilu 2019.

    Mendapatkan perolehan suara terbanyak kedua, Riezky ditetapkan KPU bisa melenggang ke Senayan. Ini karena peraih suara terbanyak, yakni Nazaruddin Kiemas wafat.

    Sebaliknya, rapat pleno PDIP menginginkan Harun menjadi anggota DPR. PDIP lantas mengirimkan surat permohonan pelantikan Harun kepada KPU.

    Menurut Riezky, Saeful menawar suara yang diperoleh Riezky dalam Pemilu 2019 seharga Rp 50 ribu per suara. Setelah mendapatkan gelontoran suara almarhum Nazarudin, Riezky mendapatkan 44.402 suara.

    Maka diperkirakan uang yang ditawarkan sebanyak Rp 2,2 miliar. Riezky menolak tawaran Saeful.

    Suap terhadap Wahyu Setiawan terjadi setelah Riezky menolak tawaran Saeful di Singapura.

    Saeful dan Harun Masiku menyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebesar Rp 600 juta agar dibantu menggolkan Harun jadi anggota DPR lewat pergantian antar waktu Riezky Aprilia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.