3 Petinggi RMS Ini Ditangkap Polda Maluku

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera RMS dibentangkan di Polres Ambon (13/8). TEMPO/Mochtar Touwe

    Bendera RMS dibentangkan di Polres Ambon (13/8). TEMPO/Mochtar Touwe

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Maluku meringkus tiga orang yang diduga petinggi RMS atau Republik Maluku Selatan pada Sabtu lalu, 25 April 2020.

    Ketiga orang itu adalah Simon Viktor Taihitu, 56 tahun, Abner Litamahuputty(44), dan Johanis Pattiasina (52).

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Maluku Komisaris Besar Roem Ohoirat menuturkan ketiga petinggi RMS tadi memasuki halaman Kantor Polda Maluku dengan membentangkan bendera RMS.

    "Mereka datang dipanggil Direktorat Reserse Kriminal Umum sehubungan kasus pembuatan video ajakan mengibarkan bendera RMS," ujar Roem saat dihubungi hari ini, Ahad, 26 April 2020.

    RMS didirikan pada 25 April 1950. Pejabat Negara Indonesia Timur (NIT) yakni Christiaan Robbert Steven Soumokil adalah pendiri dan Presiden RMS pada 1950-1966.

    Pria kelahiran Surabaya pada 1905 itu juga menjabat Menteri Kehakiman dan Jaksa Agung pada Pemerintahan NIT. 

    Menurut dia, Simon, Abner, dan Johanis juga datang karena sembilan simpatisan RMS sudah dipanggil terlebih dulu oleh Kepolisian.

    Dari penangkapan ketiga petinggi RMS, polisi menyita satu buah bendera RMS, satu buah ponsel, dan satu buah masker bergambar bendera RMS.

    "Saat ini mereka masih diperiksa," ucap Roem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.