Koalisi Ungkap Banyak Kejanggalan dalam Kasus Ravio Patra

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ravio Patra. Quora

    Ravio Patra. Quora

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus (Katrok) melihat banyak kejanggalan dalam penangkapan peneliti independen kebijakan publik Ravio Patra.

    Anggota Koalisi, Alghiffari Aqsa, mengatakan permasalahannya adalah tim hukum Ravio Patra dipersulit memberi bantuan hingga penangkapan Ravio yang tidak sesuai prosedur.

    Alghiffari bercerita tim hukum dipersulit pada saat mencari tahu keberadaan Ravio Patra di Polda Metro Jaya pada Kamis lalu, 23 April 2020, sekitar pukul 11.00 WIB.

    "Baru sekitar pukul 14.00 WIB Polda Metro Jaya mengakui Ravio ada di Polda, setelah Polda melakukan konferensi pers," katanya dalam keterangan tertulis hari ini, Jumat, 24 April 2020.

    Menurut Direktur Amar Law Firm tersebut, penangkapan dan penggeledahan terhadap Ravio Patra tidak sesuai prosedur. Polisi tidak bisa menunjukkan surat penangkapan dan penggeledahan saat Ravio memintanya.

    Anggota Koalisi lainnya, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pers Ade Wahyudin, menuturkan penyidik di Sub Direktorat Keamanan Negara menyatakan yang dilakukan terhadap Ravio bukan penangkapan tetapi pengamanan.

    "Pengamanan tidak dikenal di dalam hukum acara pidana," tuturnya.

    Dia pun menuding telah terjadi kekerasan terhadap Ravio Patra secara verbal. 

    Alghiffari berujar status hukum Ravio pun berubah-ubah, dari tersangka  lalu berubah menjadi saksi. Pasal yang dituduhkan juga berubah, dari Pasal 28 Ayat 1 UU ITE menjadi Pasal 28 Ayat 2 UU ITE.

    Polisi bahkan mengakses data kontrak kerja dan catatan pengelolaan keuangan pribadi Ravio yang tidak ada kaitannya dengan kasus yang dituduhkan.

    Kejanggalan lainnya, dalam berita acara penyitaan disebutkan empat barang yang disita. Tapi dalam berita acara penolakan dsiebut ada enam barang.

    Koalisi meminta Kepolisian bersikap profesional dan menghentikan pengusutan terhadap Ravio Patra.

    "Kepolisian harus segera menangkap peretas Whatsapp Ravio sekaligus penyebar berita bohong," kata Alghiffari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.