LBH Sebut Polisi Sudah Bebaskan Ravio Patra

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ravio Patra. Change.org

    Ravio Patra. Change.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya melepaskan peneliti kebijakan publik, Ravio Patra, pada Jumat, 24 April 2020. "Iya benar," kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Asfinawati ketika dikonfirmasi pada Jumat, 24 April 2020.

    Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap anggota Open Government Partnership Steering Committee (OGP SC) ini dalam kasus ujaran kebencian. Ia ditangkap pada Rabu, 22 April 2020.

    "Yang bersangkutan diduga menyiarkan berita onar atau menyebar kebencian," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus saat dikonfirmasi pada Kamis, 24 April 2020.

    Wakil Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Era Purnamasari, mengatakan polisi telah membebaskan aktivis Ravio Patra. "Iya dibebaskan jam 8.30 pagi ini," katanya saat dihubungi Tempo, Jumat, 24 April 2020.

    Menurut Era, status Ravio saat ini adalah sebagai saksi dalam kasus dugaan provokasi lewat pesan berantai. Eva menuturkan saat ini tim kuasa hukum masih berada di Polda Metro Jaya. Ia berjanji akan memberikan keterangan lebih lengkap lewat rilis.

    Direktur Eksekutif Safenet, Damar Juniarto, mengatakan WhatsApp milik Ravio diretas oleh orang lain sebelum terjadi penangkapan. Selama aplikasi percakapan itu diretas, Damar mengatakan pelaku menyebarkan pesan palsu berisi sebaran provokasi. Bunyi pesannya ialah:

    "KRISIS SUDAH SAATNYA MEMBAKAR!
    AYO KUMPUL DAN RAMAIKAN 30 APRIL AKSI PENJARAHAN NASIONAL SERENTAK, SEMUA TOKO YG ADA DIDEKAT KITA BEBAS DIJARAH".

    "Saya katakan motif penyebaran itu adalah plotting untuk menempatkan Ravio sebagai salah satu yang akan membuat kerusuhan," kata Damar menanggapi kasus ini saat dihubungi pada Kamis, 23 April 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.