DP Penghijauan Muncul Lagi di Sidang Kasus Suap Wahyu Setiawan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan bersiap meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Wahyu menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan bersiap meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Wahyu menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesan WhatsApp yang menyinggung down payment atau DP penghijauan Rp 200 juta kembali muncul dalam sidang perkara suap Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan pada Kamis, 23 April 2020.

    Percakapan lewat WA itu terjadi antara terdakwa penyuap Wahyu, Saeful Bahri dengan kuasa hukum PDIP, Donny Tri Istiqomah. Pesan yang sama juga sempat ditanyakan kepada Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat bersaksi dalam sidang sebelumnya.

    “Tadi ada 600, yang 200 dipakai untuk DP penghijauan, ini maksudnya apa,” kata jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Takdir Suhan mengutip Berita Acara Pemeriksaan saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 23 April 2020.

    Donny yang bersaksi melalui konferensi video menjelaskan bahwa pesan itu diteruskan atau diforward kepada dirinya oleh Saeful. Di WA, pesan bertanda forwarded berarti chat itu diteruskan dari orang lain. Donny mengaku tak banyak membahas soal pesan tersebut. “Kalau forwardan Saeful bagian yang 600, yang 200 dipakai untuk DP penghijauan enggak sempat saya bahas,” kata dia.

    Donny menjelaskan saat menerima pesan dari Saeful, dirinya baru saja menerima uang sebanyak Rp 400 juta dari seorang staf PDIP bernama Kusnadi. Donny menggambarkan Kusnadi sebagai orang yang suka ‘menempel’ Hasto Kristiyanto. Kusnadi dalam sidang yang sama mengatakan uang itu berasal dari Harun Masiku, calon legislatif PDIP dari Daerah Pemilihan I Sumatera Selatan.

    Menurut Donny, ia menghubungi Saeful untuk mengajak bertemu menyerahkan duit Rp 400 juta itu. Donny akhirnya menyerahkan uang itu ke Saeful di tempat ngopi pada malam harinya. Uang inilah yang ditengarai pada akhirnya diserahkan untuk menyuap Wahyu.

    Sebelumnya, jaksa KPK juga sempat mencecar Hasto Kristiyanto soal pesan DP penghijauan Rp 200 juta saat bersaksi dalam sidang kasus ini pada 16 April 2020. Jaksa menyebut hasto mengirim pesan ke Saeful pada 16 Desember 2019 berbunyi: “Tadi ada 600, yang 200 dipakai untuk DP penghijauan.” Pesan forwarded dari Saeful kepada Donny juga dikirim pada 16 Desember 2019.

    Hasto membenarkan pernah mengirim pesan DP penghijauan Rp 200 juta itu ke Saeful. Ia mengatakan PDIP berencana membuat 5 kebun vertikal untuk memperingati hari jadi partainya yang bertepatan dengan hari pohon sedunia pada 10 Januari 2020. Uang Rp 200 juta, akan dipakai untuk membuat kebun tersebut di kantor DPP PDIP. “Ada alokasi 600 dan 200 sebagai down payment, tapi itu belum terealisasi karena ada persoalan ini,” kata dia kala itu.

    Surat dakwaan jaksa KPK menyebut sehari setelah percakapan itu atau pada 17 Desember 2019, Saeful menyerahkan duit Rp 200 juta kepada Wahyu Setiawan lewat perantara. Duit itu merupakan bagian dari Rp 400 juta yang diserahkan Harun sehari sebelumnya. Saeful dan Donny disebut membagi sisa Rp 200 juta sama rata sebagai duit operasional.

    Adapun Rp 200 juta yang diterima Wahyu merupakan suap tahap pertama. Jaksa mendakwa Saeful dan Harun menyerahkan total Rp 600 juta. Suap itu diberikan untuk mempengaruhi KPU agar menunjuk Harun sebagai anggota DPR lewat jalur pergantian antarwaktu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.