Epidemiolog UI: Mudik dan Pulang Kampung Sama-sama Kegagalan PSBB

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang bersiap menaiki bus AKAP di terminal bayangan Pondok Pinang, Jakarta, Jumat 3 April 2020. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunda mudik atau pulang kampung pada Lebaran mendatang sebagai salah satu langkah membatasi penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    Calon penumpang bersiap menaiki bus AKAP di terminal bayangan Pondok Pinang, Jakarta, Jumat 3 April 2020. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menunda mudik atau pulang kampung pada Lebaran mendatang sebagai salah satu langkah membatasi penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi seharusnya tak usah membedakan istilah mudik dan pulang kampung. Hal itu, menurut dia, hanya membingungkan masyarakat. “Janganlah menggunakan istilah yang membingungkan masyarakat,” kata dia saat dihubungi, Kamis, 23 April 2020.

    Sebelumnya, dalam acara Mata Najwa 22 April 2020, Jokowi menyatakan istilah pulang kampung dengan mudik itu berbeda. Menurut Jokowi, orang yang pulang ke kampung halamannya jauh hari sebelum lebaran bukanlah mudik. Mereka pulang ke kampung karena tak ada pekerjaan di Ibu Kota. Sedangkan mudik adalah pergerakan orang yang menjelang Lebaran.

    Menurut Pandu, substansi mudik dan pulang kampung sebenarnya sama, yaitu ada pergerakan masyarakat. Adanya pergerakan masyarakat dalam jumlah banyak, kata dia, menandakan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar telah gagal. “Pulang kampung itu termasuk kegagalan PSBB, mudik juga termasuk kegagalan PSBB. Mau bilang pulang kampung atau mudik, sama aja,” ujar Pandu.

    Ia menilai Presiden Jokowi terkesan membela diri ketika presenter acara Najwa Shihab menyodorkan data bahwa sudah ada ratusan ribu orang yang pulang kampung di tengah wabah Covid-19. Menurut dia, seharusnya Presiden Jokowi lebih fokus untuk menjelaskan solusi agar tak ada lagi pergerakan manusia tersebut. “Kalau kita masih gagal di beberapa kebijakan itu hal biasa, kita perbaiki,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?