Jokowi Disebut Setuju Tunda Klaster Tenaga Kerja RUU Cipta Kerja

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah buruh menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law di Bandung, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Ribuan buruh dari seluruh serikat pekerja di Jawa Barat ini mengancam mogok nasional jika rancangan Omnibus Law diloloskan pemerintah. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah buruh menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law di Bandung, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Ribuan buruh dari seluruh serikat pekerja di Jawa Barat ini mengancam mogok nasional jika rancangan Omnibus Law diloloskan pemerintah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan pertemuan antara tiga organisasi buruh dan Presiden Jokow Widodo atau Jokowi pada Rabu, 22 April 2020 adalah membahas soal RUU Cipta Kerja.

    Iqbal mengatakan, Presiden Jokowi setuju pembahasan RUU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan ditunda hingga wabah Covid-19 selesai.

    "Presiden setuju tapi perlu komunikasi politik (dengan DPR). Dalam waktu dekat dia akan sampaikan pernyataan sikap itu," kata Said saat dihubungi Tempo, Kamis, 23 April 2020.

    Ketimbang melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja, Said meminta panitia kerja DPR RI membantu pemerintah menangani penyebaran Covid-19. Selain itu, ia meminta DPR membantu mencari cara mengatasi maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Bila pandemik Covid-19 sudah selesai dan masalah PHK teratasi, kata Said, silakan melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja. Namun ia meminta pasal-pasal di klaster ketenagakerjaan dibahas ulang. "Buat draf baru yang pembahasannya dimulai dari nol. Di-reset. Libatkan buruh, pengusaha, dan pemerintah," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.