Pengacara PDIP dan Anggota DPR Jadi Saksi Sidang Suap Wahyu KPU

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Advokat PDIP Donny Tri Istiqomah bersiap meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan pemeriksaan itu terkait aliran dana ke Wahyu Setiawan.  TEMPO/Imam Sukamto

    Advokat PDIP Donny Tri Istiqomah bersiap meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan pemeriksaan itu terkait aliran dana ke Wahyu Setiawan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa Hukum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Donny Tri Istiqomah, akan bersaksi dalam sidang kasus suap Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan. Dia akan bersaksi dalam sidang dengan terdakwa penyuap Wahyu, Saeful Bahri.

    Selain Donny, Komisi Pemberantasan Korupsi juga akan memanggil anggota DPR dari PDIP, Riezky Aprilia untuk bersaksi. “Di antaranya Donny Tri Istiqomah dan Riezky Aprilia,” kata jaksa KPK, Takdir Suhan, Kamis, 23 April 2020.

    Dalam perkara ini, Saeful didakwa menyuap Wahyu sebanyak Rp 600 juta. Suap itu diberikan bersama dengan mantan calon legislatif PDIP Harun Masiku yang kini masih buron. Suap diberikan agar Wahyu membantu Harun menjadi anggota DPR lewat pergantian antarwaktu.

    Kasus suap ini bermula dari  caleg PDIP dari Daerah Pemilihan I Sumatera Selatan Nazaruddin Kiemas yang meninggal. Meski meninggal, ia tetap memperoleh suara terbanyak dalam Pemilu 2019.

    PDIP ingin agar suara Nazaruddin dialihkan ke Harun yang juga maju dalam Pemilihan Legislatif 2019 dari Dapil I Sumsel. Namun, KPU akhirnya melantik Riezky Aprilia, caleg dengan perolehan suara terbanyak kedua setelah Nazaruddin.

    Donny adalah kuasa hukum yang mengurus permohonan PDIP ke KPU untuk menunjuk Harun. Dalam surat dakwaan jaksa, Donny juga disebut mengetahui permintaan dan pemberian uang kepada Wahyu.  Donny ditangkap dalam operasi senyap yang dilakukan KPK pada 8 Januari 2020, meski tak ditetapkan menjadi tersangka.

    Saat diperiksa dalam proses penyidikan, Donny mengakui mendapatkan titipan uang Rp 400 juta dari seorang staf petinggi PDIP untuk diserahkan ke Wahyu Setiawan. “Memang saya dapat titipan uang Rp 400 juta,” kata dia pada 12 Februari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.