Isi Pidato Lengkap Prabowo yang Bela Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pidato politiknya dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pidato politiknya dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai keputusan Presiden Joko Widodo untuk kepentingan rakyat yang paling miskin dan paling lemah.

    Lewat sebuah video di akun Twitter pribadinya, Rabu, 22 April 2020 malam, Prabowo bercerita mengenai apa yang dirasakannya selama berada dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.

    "Saya bersaksi bahwa beliau (Jokowi) terus berjuang demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Saya melihat dari dekat cara-cara pengambilan keputusan beliau, dan selalu yang menjadi dasar pemikiran beliau adalah keselamatan rakyat yang paling miskin dan rakyat yang paling lemah," kata Prabowo dikutip dari video pada akun @Prabowo, Kamis, 23 April 2020.

    Prabowo mengaku telah melihat langsung komitmen Presiden Jokowi untuk membersihkan pemerintah Indonesia dari korupsi. Selama ini, kata Prabowo, pemberantasan korupsi adalah bagian penting dari komitmen pemerintahan Presiden Jokowi.

    Untuk itu, sebagai pimpinan tertinggi Partai Gerindra, Prabowo meminta seluruh kader Partai untuk percaya kepada pemerintah. Ia mengatakan bahwa Pemerintah tidak akan mungkin mengambil keputusan yang merugikan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia.

    Prabowo meminta semua pihak untuk bersatu karena bangsa ini tengah berhadapan dengan suatu bencana, yaitu pandemi COVID-19. "Suatu virus yang cukup membahayakan apabila kita sembrono dan tidak mengambil langkah-langkah yang harus diambil," kata Prabowo.

    Dalam keadaan yang merisaukan saat ini, kata Prabowo, bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan semangat, apalagi sampai berputus asa. "Dalam keadaan merisaukan ini, justru dibutuhkan semangat, ketegaran, keberanian, dan yang paling utama adalah rasa persaudaraan, rasa persatuan, kita harus kompak" kata Prabowo.

    Ia berpendapat bahwa rakyat dan pemerintah harus saling mendukung, bukan saling menyalahkan.

    "Sebagai manusia, kita pasti membuat kesalahan, kita pasti membuat sesuatu yang dinilai kurang, tetapi justru di saat ini kita harus saling mengisi kekurangan kita masing-masing, kita harus saling memperbaiki kalau ada di antara kita yang kurang atau salah. Bukan kita caci maki, bukan kita marah-marah, bukan kita mengejek," kata Prabowo.

    Prabowo mengungkapkan alasannya bergabung dengan pemerintah karena tidak ingin ada perpecahan. Ia juga telah memutuskan untuk melakukan langkah besar berupa rekonsiliasi nasional.

    "Dengan mengesampingkan kepentingan partai, perasaan pribadi, dan segala sesuatu yang menjadi pikiran-pikiran kita pada saat itu. Demi satu hal, yaitu kerukunan nasional, persatuan nasional, dan rekonsiliasi nasional," kata Prabowo.

    Menteri Pertahanan itu meminta semua pihak menerima dengan lapang dada dan mengesampingkan perasaan. "Saya tidak mau merupakan bagian daripada perpecahan itu berapa pun ongkos yang harus kita bayar. Betapa pun sedihnya perasaan kita harus kita kesampingkan demi kepentingan yang lebih besar," kata Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.