Dikritik Rapat Omnibus Law Tertutup, Baleg DPR Beri Penjelasan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) melakukan aksi damai #GejayanMemanggil Menolak Omnibus Law di Gejayan, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin, 9 Maret 2020. Dalam aksi tersebut mereka juga membawa sejumlah poster dengan tulisan kreatif untuk menyampaikan aspirasi mereka. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) melakukan aksi damai #GejayanMemanggil Menolak Omnibus Law di Gejayan, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin, 9 Maret 2020. Dalam aksi tersebut mereka juga membawa sejumlah poster dengan tulisan kreatif untuk menyampaikan aspirasi mereka. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Willy Aditya menjelaskan ihwal rapat membahas omnibus law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja yang digelar tertutup pada Senin kemarin, 20 April 2020.

    Willy mengatakan rapat dengan agenda penetapan panitia kerja (panja) dan urutan pembahasan per klaster itu memang bersifat internal.

    "Itu rapat internal. Tapi nanti semua RDPU (rapat dengar pendapat umum) akan digelar terbuka," kata Willy ketika dihubungi, Selasa, 21 April 2020.

    Menurut Willy, rapat internal tersebut biasanya digelar secara tertutup. Namun rapat kemarin diputuskan digelar terbuka karena kode akses masuk ke aplikasi Zoom untuk rapat itu tersebar ke publik.

    Politikus Partai NarDem itu sekaligus menanggapi kritik dari Aliansi Masyarakat Sipil yang tergabung dalam Fraksi Rakyat Indonesia.

    Anggota Aliansi mengaku dikeluarkan dan diblokir dari ruang rapat daring tersebut.

    Willy memastikan publik akan dilibatkan dalam pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja. Ia berujar, rapat dengar pendapat umum (RDPU) dan rapat kerja dengan pemerintah juga akan digelar terbuka.

    Baleg DPR , kata dia, juga akan membuka kanal khusus di TV Parlemen dan media sosial untuk menyiarkan pembahasan omnibus law ini.

    RDPU akan dimulai pada Kamis mendatang dengan mengundang para pakar, organisasi masyarakat, dan seluruh stakeholder untuk mulai membahas RUU Cipta Kerja.

    Menurut Willy, pembahasan akan dimulai dari Bab I yang meliputi ketentuan umum dan konsiderans dan Bab II yang mencakup maksud dan tujuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.