Stafsus Jokowi Mundur karena Polemik Ruangguru dan Kartu Prakerja

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adamas Belva Syah Devara, (29 tahun) meraih gelar master dari Harvard University dan Stanford University. Ia merupakan pendiri sekaligus CEO Ruang Guru. Instagram

    Adamas Belva Syah Devara, (29 tahun) meraih gelar master dari Harvard University dan Stanford University. Ia merupakan pendiri sekaligus CEO Ruang Guru. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Stafsus Jokowi yang juga CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara, menyatakan pengunduran dirinya dari posisi di Istana karena polemik keterlibatan Ruangguru dalam program Kartu Prakerja.

    Meski begitu, Belva Devara menegaskan kembali bahwa tidak ada konflik kepentingan sehingga Ruangguru terpilih menjadi mitra pemerintah dalam program Kartu Prakerja.

    "Proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan dan pemilihan mitra dilakukan langsung oleh pemegang Kartu Prakerja," Belva lewat keterangan tertulis hari ini, Selasa, 21 April 2020.

    Belva Devara termasuk dalam 7 Stafsus Jokowi dari kalangan milenials yang dilantik pada 21 November 2019. Dia mengundurkan diri tepat 5 bulan menjabat Stafsus Jokowi.

    Menurut Belva, walau meyakini tak ada konflik kepentingan, keputusan mundur dari jabatan Stafsus Jokowi tetap diambil karena tidak ingin membuat polemik berkepanjangan.

    "Ini dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi pandemi Covid-19."

    Belva mengatakan surat pengunduran dirinya tertanggal 15 April 2020 dan telah disampaikan kepada Presiden Jokowi pada 17 April 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.