227 Santri Asal Malaysia Masih Berada di Temboro

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pondok pesantren Al-fatah Temboro. Facebook.com

    Pondok pesantren Al-fatah Temboro. Facebook.com

    TEMPO.CO, Magetan - Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menyebut masih ada 227 santri asal Malaysia yang berada di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah, Temboro, Magetan. 

    Bupati Magetan Suprawoto mengatakan bakal menggelar rapid test untuk 227 santri tersebut. Hal ini dilakukan setelah otoritas kesehatan Malaysia menyebut ada 43 santri yang pulang ke negara Jiran dan positif Covid-19.

    "Saat ini masih ada 227 santri asal Malaysia yang bertahan di Ponpes Temboro. Yang bersangkutan saat ini memutuskan untuk tidak pulang (Malaysia). Dan terhadap mereka, kami segera melakukan rapid test," kata Suprawoto, Senin, 20 April 2020.

    Bupati Magetan juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kedutaan Malaysia terkait penanganan ratusan santri Malaysia yang masih bertahan di Temboro.

    "Hasil koordinasi Saya dengan Kedutaan Malaysia, mereka mau memfasilitasi jika ratusan santrinya tersebut ingin pulang," katanya. Meski demikian, jika nanti hasil rapid test para santri Malaysia ini positif, maka mereka akan dirawat dulu hingga negatif dan baru dipulangkan.

    Bupati menambahkan, tidak hanya para santri asal Malaysia, Pemerintah Kabupaten Magetan juga akan melakukan rapid test terhadap para santri dan ustad lainnya di Temboro. Untuk itu, masih akan melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim. Hal itu karena keberadaan alat rapid test yang terbatas.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.