Pemerintah Tak Ingin Ada Lagi Dokter Wafat karena APD Kurang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis Puskesmas Kuta Alam memakai jas hujan plastik sebagai Alat Pelindung Diri (APD) untuk melayani pasien di Banda Aceh, Aceh, Senin, 6 April 2020. Petugas medis di tingkat puskesmas terpaksa menggunakan jas hujan karena keterbatasan APD yang sesuai standar guna mencegah penularan virus Corona (COVID-19). ANTARA/Irwansyah Putra

    Petugas medis Puskesmas Kuta Alam memakai jas hujan plastik sebagai Alat Pelindung Diri (APD) untuk melayani pasien di Banda Aceh, Aceh, Senin, 6 April 2020. Petugas medis di tingkat puskesmas terpaksa menggunakan jas hujan karena keterbatasan APD yang sesuai standar guna mencegah penularan virus Corona (COVID-19). ANTARA/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo mengatakan pemerintah telah berkomitemen agar tak ada lagi kasus kematian dokter dan tenaga kesehatan akibat kekurangan alat pelindung diri (APD). Ia mengatakan pemerintah terus mendorong perlindungan maksimal bagi mereka yang berhadapan langsung merawat pasien positif Covid-19.

    "Kami tidak ingin ada dokter yang wafat karena perlindungan belum maksimal. Oleh karenanya perlu kerja sama dari semua pihak untuk dokter dapat perlindungan lebih baik lagi," kata Doni usai rapat terbatas membahas laporan mingguan Gugus Tugas yang dilakukan lewat teleconference, Senin, 20 April 2020.

    Ia mengatakan pemerintah telah mengimbau pada Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) agar mewajibkan semua dokter, baik yang merawat pasien Covid-19 maupun tidak, agar selalu mengenakan APD saat bertugas.

    Ia pun berharap penyaluran distribusi APD ke daerah, bisa benar-benar efektif. "Kami harap ke Gugus Tugas daerah setiap ada pengiriman ke daerah, tolong dirancang yang baik rumah sakit mana yang dapat prioritas," kata Doni.

    Adapun terkait pembuatan APD yang diinisasi oleh masyarakat, ia juga mengapresiasi. Namun karena APD itu tak menggunakan standar keamanan sesuai WHO, Doni mengatakan APD itu tak akan digunakan bagi dokter yang merawat langsung pasien.

    "Dokter dan perawat kami tetap kasih yang terbaik yaitu APD berstandar WHO. Di luar (yang berstandar) WHO, diberikan kepada selain dokter dan perawat di garis terdepan," kata Doni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?