Protokol Pemakaman Jenazah PDP Sama dengan Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo menegaskan penerapan protokol pemakaman Covid-19, juga harus dilakukan pada pasien dalam pengawasan atau PDP. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penularan akibat salah penangangan.

    "Selama belum ada kepastian tes dari dinas kesehatan di daerah, maka pasien itu tetap diberikan status pasien Covid," ujar Doni usai rapat terbatas membahas laporan mingguan Gugus Tugas yang dilakukan lewat teleconference, Senin, 20 April 2020.

    Doni mengatakan tak ingin ada kejadian terulang, saat ada pasien suspek yang meninggal kemudian dimakamkan secara biasa. Belakangan diketahui pasien tersebut hasil tesnya dinyatakan positif tertular Virus Corona.

    Karena itu, perlakuan bagi PDP akan sama dengan pasien positif, hingga akhirnya hasil tes lab keluar. Nantinya, Kementerian Kesehatan yang mengumumkan pasien tersebut dinyatakan positif atau negatif.

    "Untuk menghindari agar tidak terjadi lagi pasien yang meninggal non-covid atau covid salah dalam melakukan analisis atau mengambil keputusan," kata Doni.

    Hal ini menurut Doni juga menjawab sejumlah pertanyaan mengenai banyaknya pemakaman tertutup dengan protokol Covid-19. Mereka memang tak seluruhnya dinyatakan positif, namun bisa jadi adalah PDP yang meninggal sebelum hasil tesnya keluar atau bahkan belum dites sama sekali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.