Minggu, 27 Mei 2018

453 Pohon Di Kota Malang Mati Diracun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Malang:Dalam kurun waktu setahun tarakhir ini, sebanyak 453 pohon di pinggir jalan protokol di Kota Malang mati karena diracun dan dirusak para pemasang iklan. "Ada yang sengaja memasukkan zat yang bisa mematikan pohon dan ada yang menancapkan paku di batang pohon," kata Kepala Dinas Pertamanan Pemkot Malang, Soemardjono, Selasa (2/9).Menurut dia, pohon yang dirusak terlihat masih kokoh, tetapi kondisi sebenarnya sudah rapuh. Akibatnya, ketika terhempas oleh angin, pohon menjadi roboh. "Sepertinya roboh terkena angin besar, padahal dalamnya sudah membusuk," ujarnya.Dinas Pertamanan sudah melaporkan perusakan tersebut ke Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Malang. Setelah diadakan penyelidikan, Satpol PP kemudian menetapkan sejumlah pengusaha sebagai tersangka perusakan.Dalam sidang tindak pidana ringan, para pelaku perusakan dijerat dengan pelanggaran SK Walikota Malang No 513 tahun 2000 tentang pertamanan. Mereka dihukum membayar denda uang Rp 50 ribu.Soemardjono meminta para penegak hukum menyidangkan para perusak pohon dengan perda no 23 tahun 2004 dan SK Walikota Malang tentang Pertamanan. Sangsi hukuman dua aturan hukum ini lebih berat, yakni denda Rp 5 juta atau denda kurungn enam bulan. "Harus ada hukuman berat bagi perusak pohon karena menanam dan memelihara tidak mudah dan butuh biaya besar. Mereka juga telah merusak keindahan kota," tuturnya. BIBIN BINTARIADI

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.